Trump Dicemooh Gara-gara Minta Tolong China di Selat Hormuz

16 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota senator dari Partai Demokrat Chuck Schumer mengejek Presiden Amerika Serikat Donald Trump gara-gara meminta tolong ke China saat perang melawan Iran.

Sejak perang pecah, Iran menutup jalur perdagangan minyak global, Selat Hormuz. Penutupan ini membuat Trump jengkel.

"Donald Trump bilang dia berharap China membantu kami membersihkan Selat Hormuz. Anda bercanda?" kata Schumer di X pada Senin (16/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Schumer juga mengatakan Trump membuat gejolak di Timur Tengah tanpa perhitungan yang matang.

"Donald Trump menciptakan kekacauan di Timur Tengah dan dia jelas tak punya cara bagaimana mengakhirinya," imbuh dia.

Trump membuat Timur Tengah membara usai Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan brutal ke Iran pada 28 Februari. Gempuran ini menyebabkan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, pejabat top pertahanan, dan ribuan warga tewas.

Iran tak diam saja. Mereka meluncurkan serangan balasan ke Israel dan aset militer AS di negara-negara Teluk. Pemerintah yang berbasis di Teheran juga menutup Selat Hormuz.

Serangkaian tindakan Iran tampaknya membuat Trump murka. Beberapa pengamat bahkan mengatakan dia putus asa.

Kondisi tersebut tercermin saat presiden AS itu meminta bantuan negara-negara lain termasuk China untuk membuat Iran membuka Selat Hormuz.

Di salah satu unggahan di media sosial buatannya, Trump meminta negara lain mengerahkan kapal perang mereka ke Timur Tengah.

"Mudah-mudahan China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara-negara lain yang terdampak pembatasan buatan ini akan mengirim kapal ke daerah tersebut sehingga Selat Hormuz tak lagi jadi ancaman bagi negara yang benar-benar lumpuh," tulis Trump di Truth Social pada akhir pekan lalu.

Negeri Tirai Bambu belum memberikan janji apapun. Juru Bicara Kedutaan Besar China di AS Liu Pengyu juga hanya mengatakan soal pasokan energi.

"Semua pihak bertanggung jawab untuk memastikan pasokan energi stabil dan tidak terhambat," kata Liu, dikutip Al Jazeera.

China, lanjut dia, akan memperkuat komunikasi dengan pihak terkait "untuk deesekalasi."

China merupakan salah satu negara yang punya hubungan erat dengan Iran. Setelah Khamenei tewas dan negara itu punya pemimpin baru, Beijing menegaskan setiap negara harus menghormati keputusan dan kedaulatan negara lain.

(isa/dna)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial