Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan soal kemungkinan tentaranya tewas dalam gempuran serangan yang dilakukan di Teheran, Iran.
Trump berdalih serangan tersebut bertujuan untuk menghancurkan rudal Iran dan memusnahkan angkatan lautnya. Hal ini menyusul peringatan berulang kali dari AS dan Israel bahwa mereka akan menyerang Iran lagi jika negara itu melanjutkan program nuklir dan rudal balistiknya.
"Pemerintahan saya telah mengambil setiap langkah yang memungkinkan untuk meminimalkan risiko terhadap personel AS di wilayah tersebut. Meskipun demikian, dan saya tidak membuat pernyataan ini dengan mudah, rezim Iran berupaya untuk membunuh," kata Trump dalam sebuah video yang dibagikan di media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nyawa para pahlawan Amerika yang berani mungkin akan hilang dan kita mungkin akan mengalami korban jiwa yang sering terjadi dalam perang, tetapi kita melakukan ini, bukan untuk saat ini. Kita melakukan ini untuk masa depan, dan ini adalah misi yang mulia," sambungnya.
Militer AS telah menyebut operasi tersebut 'Epic Furry', kata Pentagon pada akun media sosial X.
Ini adalah kali kedua AS melakukan serangan terhadap Iran sejak Trump kembali ke Gedung Putih tahun lalu. Yang pertama pada bulan Juni lalu, ketika Washington melakukan serangkaian serangan terhadap situs nuklir Iran.
Namun, serangan hari Sabtu ini, tidak seperti yang pertama. Diperkirakan serangan kali ini akan dilakukan selama beberapa hari, kata seorang pejabat AS kepada Reuters.
Sementara itu, Teheran sedang mempersiapkan serangan balasan, yang diklaim akan sangat menghancurkan, kata seorang pejabat Iran kepada Reuters. Militer Israel mengatakan bahwa Teheran telah meluncurkan rudal ke arah Israel sebagai tanggapan.
Dalam pesannya, Trump mengatakan kepada anggota Garda Revolusi Islam, angkatan bersenjata Iran, untuk meletakkan senjata mereka dan menjanjikan mereka akan diberikan kekebalan. Pilihan lainnya, kata Trump, adalah 'kematian yang pasti'.
Washington dan Teheran telah mengadakan serangkaian pembicaraan dalam beberapa pekan terakhir tentang ambisi nuklir Iran. Pembicaraan terakhir diadakan pada hari Kamis tanpa kesepakatan.
"Iran menolak, seperti yang telah mereka lakukan selama beberapa dekade. Mereka menolak setiap kesempatan untuk melepaskan ambisi nuklir mereka, dan kita tidak bisa menoleransinya lagi," tutur Trump.
Di sisi lain, Trump turut mendorong warga Iran untuk mengambil alih pemerintahan mereka.
Trump diketahui mengemukakan soal rencana serangan terhadap Iran pada bulan Januari di tengah protes nasional selama dua minggu, di mana ribuan orang tewas oleh pihak berwenang.
Ia memperingatkan AS akan datang untuk menyelamatkan para demonstran jika pejabat Iran menembak dan membunuh mereka. Trump kemudian mendorong para demonstran untuk terus berdemonstrasi, dengan mengatakan bantuan sedang dalam perjalanan.
Trump juga menyebut pembunuhan para demonstran saat pernyataannya tentang serangan tersebut dan mengatakan kepada warga Iran untuk berlindung karena bom akan dijatuhkan di mana-mana.
"Setelah kami selesai, ambil alih pemerintahan Anda. Itu akan menjadi milik Anda. Ini mungkin satu-satunya kesempatan Anda untuk beberapa generasi ke depan," ucap dia.
(dias/agt)

1 hour ago
1





























