Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Luar Negeri RI menyatakan pembahasan terkait rencana pengiriman personel TNI untuk bergabung dengan International Stabilization Force (ISF) di Jalur Gaza Palestina masih ditunda.
Penundaan ini berlangsung kala situasi di Timur Tengah masih belum stabil menyusul perang Amerika Serikat dan Iran yang makin meluas di kawasan. Selain itu, akhir Maret lalu, dua serangan terpisah yang menargetkan pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) menewaskan tiga prajurit TNI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ISF merupakan pasukan yang nantinya berada di bawah naungan Board of Peace (BoP), badan bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan mengontrol sementara Jalur Gaza selama masa rekonstrusi pasca-agresi brutal Israel.
Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, mengatakan pemerintah saat ini menempatkan keamanan regional sebagai prioritas utama sebelum melanjutkan pembahasan mengenai rencana itu.
"Memang seperti telah kita sampaikan juga di kesempatan sebelumnya bahwa saat ini yang menjadi poin perhatian kita adalah kondisi keselamatan dan keamanan di Timur Tengah, dan seluruh pembahasan mengenai Board of Peace (BoP) saat ini masih on hold," ujar Nabyl dalam konferensi pers di Ruang Palapa, Jakarta, Rabu (8/4).
Ia menambahkan hingga kini belum terdapat perkembangan lebih lanjut terkait persiapan maupun pembahasan lanjutan mengenai rencana tersebut.
Pemerintah Indonesia akan terus mencermati situasi di kawasan sebelum mengambil keputusan berikutnya terkait keterlibatan Indonesia dalam misi itu.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mengirim para prajurit TNI sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) untuk menjaga konflik wilayah Palestina-Israel.
"Pencapaian gencatan senjata ini nyata. Kami siap mengerahkan pasukan itu untuk berpartisipasi aktif dalam International Stabilization Force guna memastikan perdamaian ini berhasil," ucap Prabowo.
Ia juga kembali menegaskan keanggotaan Indonesia di BoP semata-mata untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
"Kami menegaskan kembali komitmen untuk berkontribusi dengan jumlah pasukan yang signifikan, hingga 8.000 personel atau lebih jika diperlukan," ujar Prabowo dalam pidatonya.
(rnp/rds)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
4


























