Sebagian RI Masih Basah, Kapan Kemarau Tiba? Ini Prediksi BMKG

20 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Goefisika (BMKG) mengungkap saat ini sebanyak 81 persen wilayah Indonesia masih mengalami musim hujan. Kapan musim kemarau datang?

"Pada awal Maret 2026 ini 81,3 persen wilayah Indonesia (568 ZOM) masuk musim hujan," tulis BMKG dalam unggahannya di Instagram, Selasa (3/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BMKG mengatakan curah hujan pada Dasarian II Februari bervariasi dari kriteria sangat tinggi sebanyak 0,42 persen, tinggi sebanyak 3,10 persen, menengah sebanyak 60,03 persen, dan kriteria rendah sebanyak 36,45 persen wilayah.

Kriteria curah hujan Tinggi hingga Sangat Tinggi dominan terjadi di sebagian Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua.

Pada Dasarian I Maret, BMKG memprakirakan curah hujan umumnya berada pada kriteria rendah -menengah (20-150 mm/dasarian).

Namun, ada juga wilayah yang diprediksi mengalami hujan kategori tinggi-sangat Tinggi (>150 mm/dasarian) meliputi sebagian kecil Banten bagian selatan, sebagian kecil Jawa Barat, Jawa Tengah, & Jawa Timur, sebagian kecil NTT, sebagian kecil Kalimantan Timur, sebagian kecil Sulawesi Selatan bagian selatan, sebagian kecil Papua Tengah.

Sebelumnya, BMKG memperkirakan musim hujan di beberapa wilayah, khususnya Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara akan berakhir pada Maret. Kemudian, musim kemarau akan dimulai pada bulan berikutnya, yakni pada April.

"Kalau di daerah yang dimaksud Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, itu berakhir kira-kira nanti di sekitar Februari sampai Maret," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani seusai rapat bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (28/1).

"Nanti bulan April, Mei, Juni, hingga nanti September itu masuk ke musim kemarau. Baru musim hujan kembali dimulai di Oktober," lanjutnya.

Faisal menyebut pihaknya memprediksi kondisi iklim di Tanah Air akan kembali normal mulai April. BMKG memperkirakan fenomena La Nina lemah yang terjadi saat ini tak akan berkembang menjadi kuat.

"La Nina lemah itu kan dipantau dari Nino 3.4 ya, yang ada di perairan Pasifik. Nah ini, La Nina ini nanti akan terus melemah hingga sampai bulan Maret. Ini berdasarkan prakiraan iklimnya," tuturnya.

Ia menjelaskan setelah La Nina melemah, kondisi iklim diprediksi normal pada April hingga akhir tahun. Setelah itu, pengaruh El Nino maupun La Nina akan hilang.

"Pada bulan April hingga akhir tahun itu cenderung dalam kondisi normal, ya tidak ada El Nino, tidak ada La Nina, jadi normal," terangnya.

[Gambas:Instagram]

(dmi/dmi)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial