Rupiah Melemah Berpotensi Tekan Penjualan Mobil Baru

4 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Regional Branch Manager New Car 1 Jabo PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) Sigit Rezhatama mengatakan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi menekan permintaan kredit mobil baru di tengah kondisi pasar otomotif yang sedang lesu.

Menurutnya, kenaikan dolar turut mendorong kenaikan biaya bahan baku dan komponen kendaraan. Hal ini memengaruhi minat konsumen untuk mengambil kredit kendaraan baru.

"Kalau permintaan (kredit) saat ini, saya coba nanya ke beberapa teman-teman di diler gitu kan, memang secara demand untuk permintaan kredit khususnya mengalami penurunan. Penurunannya itu bisa dibilang akibat dari kenaikan dari dolar ya. Itu pasti kan bakal mengakibatkan beberapa komponen mobil yang pasti bakal membengkak secara biaya," ujar Sigit dalam media gathering Adira Expo 2026 di Jakarta, Senin (15/5) dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendati emikian, saat ini harga on the road (OTR) sejumlah kendaraan masih belum mengalami perubahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain berpotensi memengaruhi harga kendaraan, Sigit juga mengakui kondisi tersebut bisa berdampak terhadap suku bunga pembiayaan kendaraan ke depan. Namun Adira Finance saat ini masih mempertahankan tingkat bunga pembiayaan yang berlaku dan belum melakukan penyesuaian.

"Kalau untuk segi bunga, saat ini Adira tetap menggunakan bunga yang sama, belum ada perubahan. Memang kemarin dari manajemen pun kan bisa dibilang secaracost of fundpasti kita bakal naik," terang dia.

Adapun meski belum memastikan waktu kenaikan bunga, Sigit menyebut tren suku bunga pembiayaan berpotensi meningkat ke depan.

"Jadi nanti kita juga bakal ada pengumuman tersendiri terkait untuk kapan bunga kita bakal naik. Tapi yang harus saya sampaikan juga, memang dari suku bunga ini bakal naik," jelasnya.

Di sisi lain, Adira Finance mengklaim penyaluran pembiayaan di wilayah Jabodetabek masih relatif stabil karena ditopang diversifikasi produk pembiayaan.

Pelemahan permintaan pada segmen mobil baru masih bisa ditopang oleh pembiayaan produk lain, seperti mobil bekas dan pinjaman dana.

"Untuk di (pembiayaan) mobil sendiri, secara target kita masihinline.Dalam arti kita masih bisa dibilang stabil. Tidak ada penurunan sama sekali karena bisa dibilang adalah multi-product," ujar dia.

Lebih lanjut, terkait risiko adanya kredit macet, Adira Finance mengaku telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, termasuk memperketat proses seleksi nasabah dan menyiapkan langkah restrukturisasi apabila diperlukan.

"Ke depan itu kita lebih selektif untuk mengakuisisi customer. Jadi customer itu bisa dibilang saat ini, bisa dibilang tidak terlalu gampang untuk mengambil kredit. Baik itu mobil baru, mobil bekas ataupun pinjam dana," ujar Sigit.

Perusahaan juga memanfaatkan sistem pengecekan riwayat kredit untuk meminimalkan risiko pembiayaan bermasalah di tengah ketidakpastian ekonomi.

(tim/mik)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial