Jakarta, CNN Indonesia --
Indonesia mendapatkan jatah impor minyak mentah (crude) sebanyak 150 juta barel dari Rusia. Hal ini adalah hasil dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke Moskow beberapa waktu lalu.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan komitmen impor tersebut akan mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun.
"Untuk ini komitmen impor minyak dari Rusia ini kan baru negosiasi kemarin kan sudah disepakati total yang akan kita impor dari Rusia itu kan sekitar 150 juta barel untuk mencukupi kebutuhan kita sampai dengan akhir tahun," ujarnya ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (24/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Yuliot, jatah impor minyak mentah ini masih belum dikirim ke dalam negeri. Sebab, pemerintah masih menentukan skema apa yang akan digunakan dan membuat aturannya.
"Jadi sekarang kita tinggal instrumen bagaimana kita mengimpornya. Apakah langsung Badan Usaha Milik Negara atau ini ada BLU? Ini dua opsi ini lagi kita siapkan payung regulasinya," katanya.
"Karena kalau ini BUMN itu kan juga ada konsekuensi dan juga kalau BLU itu apa kemudahan ya termasuk pembiayaan itu juga lagi kita bahas antara kementerian lembaga ya, kemudian itu juga dengan badan usaha termasuk bagaimana pada saat impor jalur mana yang akan digunakan," imbuhnya.
Apabila sudah ada keputusan, maka minyak akan segara dikirim secara bertahap dari Rusia. Sedangkan, untuk impor LPG masih dalam negosiasi.
"LPG belum belum kita dapat volumenya tetapi kalau untuk crude itu sudah ini sekitar 150 juta barel," pungkasnya.
(ldy/ins)
Add
as a preferred source on Google

26 minutes ago
1



























