RI Dikritik soal AS Serang Venezuela sampai Wanti-wanti Trump ke NATO

18 hours ago 3
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Kecaman negara-negara terhadap penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat masih menjadi sorotan berita internasional pada Kamis (8/1).

Ketegangan antara Amerika Serikat dan sekutu Eropa imbas ambisi Presiden Donald Trump merebut wilayah Greenland dari Denmark juga masih jadi perhatian. Berikut kilas internasional:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ancaman Trump: Rusia dan China Enggak Takut NATO jika Tak Ada AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump jemawa sekaligus melontarkan ancaman bahwa aliansi pertahanan NATO tak ditakuti Rusia dan China jika tak ada AS di dalamnya.

Dalam pernyataan di Truth Social pada Rabu (7/1), Trump berujar NATO berhasil membuat gentar dunia berkat partisipasi militer Washington.

"Rusia dan China sama sekali tak takut dengan NATO jika tak ada Amerika Serikat," kata Trump dikutip dari Anadolu Agency.

Jawaban Kemlu RI soal WNI Ditangkap di Yordania Diduga Dukung ISIS

Kementerian Luar Negeri RI buka suara soal kabar seorang warga negara Indonesia (WNI) di Yordania Kevin Lorente (KL) yang diduga terindikasi mendukung ISIS.

Plt Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah menyampaikan perkembangan terbaru itu saat konferensi pers pada Kamis (8/1).

Heni menyampaikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Amman menerima laporan bahwa anak dari salah satu WNI ditangkap di kepolisian Yordania pada 19 Mei.

Sikap RI Dikritik soal AS Serang Venezuela, Kemlu Buka Suara

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) buka suara usai pernyataan resmi pemerintah Indonesia soal Venezuela menuai kritik dari sejumlah pihak karena dinilai cenderung normatif dan tak menyebut nama Amerika Serikat dalam rilis mereka.

Pekan lalu, Amerika Serikat menggempur ibu kota Venezuela, Caracas, dan menculik Presiden Nicolas Maduro beserta ibu negara Cilia Flores.

Juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan posisi Indonesia jelas dan berbasis prinsip.

(rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial