Jakarta, CNN Indonesia --
Rumah warga di Dukuh Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), meledak diduga karena petasan balon yang tengah dirakit, Minggu (1/3) sore kemarin.
Dalam peristiwa itu seorang remaja tewas. Selain itu ada satu korban lain yang mengalami luka bakar serius hingga harus dirawat intensif di RSUD Batarangin.
Mengutip dari detikJatim, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.15 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali mengatakan korban tewas berinisial R yang masih duduk di bangku kelas 3 SMP. Sementara satu korban lainnya berinisial T mengalami luka bakar hingga 80 persen.
"Korban dua orang, satu meninggal dunia inisial R, masih kelas 3 SMP. Kedua inisial T, luka bakar 80 persen," ujar Imam kepada wartawan, Minggu (1/3).
Menurut Imam, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara mengarah pada dugaan peracikan bahan mercon atau petasan. Namun pihaknya masih akan mendalami bersama tim Gegana untuk memastikan jenis bahan yang meledak.
Ia menyebut kedua korban masih berusia anak dan remaja. Polisi pun mengingatkan tradisi membuat petasan balon saat bulan puasa di Ponorogo kerap memakan korban. Petasan balon adalah balon udara yang dirakit untuk membawa petasan di bawahnya,
"Yang satu anak-anak, yang satu remaja. Tradisi Ponorogo saat puasa memang banyak buat petasan dan balon udara," katanya.
"Kita mengimbau masyarakat Ponorogo sudahlah jangan membuat petasan, tidak ada untungnya. Terbukti dengan kejadian-kejadian sebelumnya dan saat ini ada korban meninggal dunia," sambung Imam.
Imam juga meminta masyarakat ikut menjaga situasi tetap aman.
"Saya mengimbau masyarakat Ponorogo menjaga Ponorogo agar tetap aman. Jangan membuat petasan itu membuat rugi diri sendiri. Nanti kita dalami barang buktinya," imbuhnya.
Terpisah, Kapolsek Sumoroto Kompol Kusbintoro mengatakan sejauh ini belum ditemukan keterlibatan pihak lain dan dugaan sementara merupakan inisiatif pribadi. Namun penyelidikan masih terus dilakukan bersama jajaran Polres.
"Sampai sekarang belum ada, ini niatan pribadi. Kita dalami, kita koordinasi dengan Polres terutama Reskrim. Hasil penyelidikan nanti bagaimana, kita breakdown ke bawah. Nanti kita tindak lanjuti sampai bawah," katanya.
Sebelumnya, ledakan keras mengguncang sebuah rumah warga di Dusun Cuet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Ponorogo, Minggu (16/3/2026) sekitar pukul 17.15 WIB. Ledakan bahkan terdengar hingga radius ratusan meter.
Baca berita lengkapnya di sini.
(kid/ugo)

3 hours ago
1




























