Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara mengenai insentif otomotif yang diusulkan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang kepada dirinya. Purbaya mengaku bakal segera menyelesaikan permintaan Menperin Agus yang bermaksud mendongkrak industri otomotif nasional.
"Saya akan selesaikan itu ya. Terima kasih," kata Purbaya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Jumat (2/1).
Purbaya sendiri mengaku belum mengetahui secara rinci perihal surat yang dikirimkan Agus terkait kelanjutan insentif otomotif untuk tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya mungkin belum sampai ke saya suratnya. Saya belum baca suratnya, saya belum tahu," ucap Purbaya.
Pada Rabu (31/12), Purbaya sempat mengungkap bila pihaknya belum mendiskusikan lebih lanjut soal insentif untuk industri otomotif dalam negeri. Kendati demikian untuk mempercepat proses mendongkrak industri otomotif, pihaknya akan berdiskusi dengan Kemenperin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum, nanti saya akan diskusi sama mereka dulu. Tapi belum saya bahas tentang itu," ujar Purbaya.
Agus Gumiwang telah menyodorkan permintaan ke Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait usulan penerapan insentif otomotif untuk diberlakukan tahun ini. Permintaan ini dikatakan Agus untuk menjaga keberlangsungan industri, serta tenaga kerja nasional yang terlibat.
"Kami sudah kirim dan tentu seperti yang selalu kami sampaikan bahwa program yang kami usulkan atas nama perlindungan tenaga kerja, dan juga kekuatan atau penguatan manufaktur bidang otomotif yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi kepada perekonomian," kata Agus melansir Antara, Jumat (2/1).
Agus menyebut usulan tersebut dirancang lebih komprehensif dan terukur dibandingkan skema insentif pada masa pandemi Covid-19. Ia juga menekankan tujuan utama insentif untuk menjaga keberlangsungan tenaga kerja di industri otomotif nasional.
Agus bilang insentif yang diusulkan kali ini disusun lebih detail dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari segmentasi kendaraan, teknologi, hingga Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Selain itu, pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan kendaraan ramah lingkungan atau elektrifikasi.
"Prinsipnya adalah yang kami usulkan mereka yang mendapatkan manfaat terhadap insentif dan stimulus itu harus memiliki TKDN, dia harus memenuhi nilai emisi maksimal sekian," kata Menperin.
Dalam usulan tersebut, Kementerian Perindustrian juga menetapkan batasan harga pada masing-masing segmen kendaraan agar insentif benar-benar tepat sasaran.
Kata dia lagi penyusunan usulan insentif ini melalui proses yang panjang dan sudah melibatkan pelaku industri, dalam hal ini Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
"Interest dari Kemenperin cuma satu, yakni melindungi tenaga kerja yang ada di sektor otomotif, yang ada di ekosistem otomotif karena forward dan backward linkage-nya sangat tinggi sektor otomotif itu terlalu besar, maka itu harus kita lindungi," kata Agus.
(ryh/mik)

2 hours ago
1

































