Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa ingin mempercepat penyaluran uang saku harian Rp15 ribu per hari bagi korban bencana di Sumatra. Salah satu caranya dengan tidak perlu menunggu data penerima yang sempurna.
"Kalau data enggak usah sempurna-sempurna amat. Orang bencana mana bisa data sempurna. Yang penting bisa terverifikasi dan ada lah yang bertanggung jawab. Harusnya besok (korban bencana) sudah bisa dikasih uangnya," ujar Purbaya saat menghadiri Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Bencana DPR RI dengan Pemerintah yang disiarkan melalui kanal Youtube DPR, Sabtu (10/1).
Data itu, sambung Purbaya, bisa berasal dari pemda terkait.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau enggak, enggak akan selesai-selesai. Enggak ada data yang sempurna," sambungnya.
Purbaya menilai penyaluran uang saku itu bisa lebih cepat jika menggunakan anggaran yang sudah ada di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), alih-alih menunggu pencairan dari Kementerian Sosial (Kemensos).
"Uang saku pengungsi yang Rp15 ribu per hari kan Kemensos belum bisa masuk kelihatannya, kenapa Anda enggak masuk? Anggap ini masih bencana sampai akhir musim hujan, jadi Anda bisa masuk," ujar Purbaya ke Sekretaris Utama BNPB Rustian yang turut hadir dalam rapat tersebut.
Pada akhir Desember lalu, Purbaya mengungkapkan masih ada Rp1,51 triliun anggaran siap pakai yang belum disalurkan untuk penanganan bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatra.
Sebagian dana telah masuk ke BNPB, sementara sisanya dapat dimanfaatkan kementerian/lembaga terkait melalui mekanisme yang direkomendasikan BNPB.
Kemensos sebelumnya menyiapkan skema bantuan bagi korban bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Bantuan itu termasuk uang saku untuk konsumsi harian hingga dukungan pemulihan ekonomi.
"Bantuan lauk-pauk akan diberikan sebesar Rp15 ribu per hari per orang, atau setara Rp450 ribu per orang setiap bulan. Selain itu Kemensos juga akan memberikan bantuan isian rumah," ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta, seperti dikutip Antara, Rabu (31/12/2025) lalu.
Selain itu, setiap keluarga juga akan menerima bantuan senilai Rp3 juta untuk memenuhi kebutuhan perabotan dasar hunian. Lalu, untuk pemulihan ekonomi, setiap keluarga juga akan diberikan Rp5 juta oleh pemerintah.
(sfr)

16 hours ago
1






























