Jakarta, CNN Indonesia --
Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai pusat pemantauan dan koordinasi layanan energi jelang arus mudik dan perayaan Idulfitri 2026 resmi dibuka melalui Kementerian ESDM. Posko yang ini dijadwalkan beroperasi mulai 12-31 Maret.
Dibuka secara simbolis oleh Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung di Gedung BPH Migas, posko ini diharapkan menjadi rujukan informasi terkait bahan bakar minyak (BBM), LPG, listrik, hingga informasi potensi kebencanaan geologi selama Ramadan dan Idulfitri.
Selama periode operasional, BPH Migas bersama Pertamina menyiagakan 125 terminal BBM, 7.885 SPBU, dan 72 DPPU, serta fasilitas tambahan di wilayah dengan permintaan tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri menyampaikan, Pertamina terus memperkuat kesiapan operasional dan layanan agar kebutuhan energi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik.
"Pertamina memastikan ketersediaan stok BBM dan LPG berada dalam kondisi aman untuk menyambut Ramadan dan Idulfitri. Kami juga terus memastikan layanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal melalui jaringan distribusi energi yang tersebar di seluruh Indonesia," ujar Simon dalam pembukaan Posko Nasional Sektor ESDM Ramadan Idulfitri 2026 pada Kamis (12/3).
Pada momen Ramadan ini, Pertamina telah memastikan ketersediaan pasokan energi nasional, khususnya BBM dan LPG, dalam kondisi aman. Demi kelancaran distribusi energi, Pertamina juga mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri yang berlangsung mulai 9 Maret hingga 1 April 2026.
Selain itu, Pertamina menyiapkan berbagai layanan tambahan di wilayah atensi, yaitu wilayah yang diperkirakan mengalami lonjakan konsumsi energi selama periode Ramadan dan Idulfitri.
"Beberapa layanan tambahan kami siapkan, antara lain motoris Pertamina Delivery Service (PDS) yang dapat mengantarkan BBM ketika terjadi kemacetan di jalan, serta mobil tangki yang disiagakan di sejumlah titik strategis untuk memastikan distribusi energi tetap berjalan lancar," tambah Simon.
Adapun proyeksi dinamika kebutuhan BBM selama periode Posko memperkirakan peningkatan kebutuhan gasoline sekitar 12,0 persen dibandingkan kondisi normal, sedangkan gasoil turun sekitar 14,5 persen. Sementara itu, kebutuhan avtur diperkirakan meningkat 2,8 persen dan kerosene naik sekitar 4,2 persen dibandingkan realisasi normal.
Untuk LPG, Ditjen Migas bersama Pertamina menyiagakan 40 terminal LPG, 757 SPBE, dan 6.662 agen LPG. Prognosa ketahanan stok LPG nasional berada pada kisaran 12-15 hari. Kondisi stok ini dijaga tetap stabil selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026, dengan dukungan agen dan pangkalan LPG siaga 24 jam khususnya di wilayah dengan permintaan tinggi.
Ketua Posko Nasional Sektor ESDM periode Ramadan dan Idulfitri 2026, Erika Retnowati, menekankan pentingnya sinergi antar lembaga agar pelaksanaan Posko berjalan lancar dan mampu memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat, sebagaimana diharapkan Wakil Menteri ESDM.
"Dalam pelaksanaan kegiatan Posko Nasional Sektor ESDM ini, penting kiranya untuk kita bersinergi agar pelaksanaan Posko berjalan dengan lancar. Sinergitas ini tentu saja bukan hanya internal anggota Posko, tetapi juga sinergitas dengan stakeholder lainnya, seperti KORLANTAS POLRI, terkait dengan adanya rute-rute yang dilakukan pembatasan ataupun titik-titik kemacetan," ujar Erika.
Dalam kegiatan peresmian, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan bahwa Posko Nasional Sektor ESDM menjadi tempat berkoordinasi antarinstansi terkait, juga sebagai pusat informasi bagi masyarakat dan stakeholder mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan.
"Secara nasional ketersediaan BBM dan LPG untuk kebutuhan Hari Raya Idulfitri 1447 H sangat memadai," tutur Yuliot.
Pertamina Diversifikasi Pasokan Energi Hadapi Konflik Timur Tengah
Pada saat bersamaan, Simon menegaskan Pertamina terus memantau perkembangan situasi geopolitik, serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait kondisi kapal di kawasan Teluk Arab.
"Saat ini terdapat dua kapal yang telah melanjutkan operasional, yakni Pertamina International Shipping (PIS) Rinjani dan PIS Paragon, yang melayani non-captive market dengan tujuan pengiriman ke Kenya dan India, sehingga tidak terkait langsung dengan kebutuhan energi domestik Pertamina," papar Simon.
Disebutkan, terdapat dua kapal Pertamina yang masih berada di wilayah Teluk Arab, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro.
"Prioritas utama Pertamina adalah memastikan keselamatan kru kapal serta keamanan kargo yang diangkut. Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan otoritas terkait untuk memastikan situasi tetap kondusif sehingga kapal dapat melanjutkan operasional dengan aman," ujar Simon.
Sebagai langkah antisipasi terhadap dinamika geopolitik global, Pertamina melakukan diversifikasi sumber pasokan energi dari berbagai wilayah dunia. Selain dari kawasan Timur Tengah, pasokan energi juga berasal dari Afrika, Amerika, serta wilayah lainnya untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi nasional.
"Dengan dukungan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, Pertamina berkomitmen untuk terus memastikan kelancaran distribusi energi serta menjaga ketahanan pasokan energi bagi masyarakat Indonesia," kata Simon.
Di sisi lain, Pertamina menyatakan terus memperkuat infrastruktur energi nasional, termasuk menjajaki potensi kerja sama pembangunan fasilitas penyimpanan energi (storage) guna meningkatkan ketahanan energi nasional.
(rea/rir)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
4



























