Jakarta, CNN Indonesia --
Samsung dikabarkan akan menggandeng Perplexity untuk disematkan pada Galaxy S26.
Langkah ini bertujuan memperkaya pengalaman pengguna dengan fitur kecerdasan buatan yang lebih adaptif dan terintegrasi, sekaligus memperluas kemampuan perangkat flagship Samsung dalam menghadirkan asisten digital yang lebih responsif di berbagai skenario penggunaan.
Menurut pengumuman resmi, agen AI Perplexity akan bekerja terintegrasi dengan sejumlah aplikasi bawaan seperti Samsung Notes, Clock, Gallery, Reminder, dan Calendar melansir Engadget, Selasa (24/2). Tentunya integrasi ini diperkirakan menjadi salah satu sorotan menjelang acara Galaxy Unpacked mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dukungan juga akan diperluas ke beberapa aplikasi pihak ketiga, meski Samsung belum mengungkapkan secara rinci aplikasi mana saja yang akan kompatibel.
Kehadiran Perplexity diproyeksikan akan memperkuat peran asisten digital Samsung yang diperbarui, termasuk integrasinya dengan Bixby. Agen ini dapat diaktifkan melalui frasa bangun "Hey Plex" yang tidak terkait dengan layanan streaming Plex serta melalui kontrol fisik akses cepat di perangkat.
Won-Joon Choi, Presiden, COO, dan Kepala Kantor R&D untuk Bisnis Mobile eXperience Samsung, menegaskan tujuan perluasan ini dalam pernyataan resmi.
"Galaxy AI bertindak sebagai pengatur, menggabungkan berbagai bentuk kecerdasan buatan (AI) menjadi pengalaman yang alami dan terpadu," ujar Choi.
Ia menambahkan bahwa ekspansi Galaxy AI bertujuan memberi pengguna lebih banyak pilihan dan fleksibilitas dalam menyelesaikan tugas sehari-hari.
Bagian dari kemitraan yang lebih luas
Samsung sebenarnya telah mengumumkan kemitraan dengan Perplexity sejak tahun lalu, dengan rencana mengintegrasikan mesin pencari AI tersebut ke berbagai produk, termasuk televisi pintar Samsung. Langkah menghadirkannya ke lini smartphone flagship seperti Galaxy S26 menandai perluasan strategi AI lintas perangkat perusahaan.
Di tengah kontroversi hak cipta
Meski ekspansinya agresif, Perplexity juga tengah menghadapi sorotan. Perusahaan tersebut mendapat kritik terkait dugaan pencurian konten dan pelanggaran hak cipta, bahkan digugat pada September oleh Merriam-Webster dan Encyclopedia Britannica.
Dengan pengumuman ini, perhatian kini tertuju pada bagaimana Samsung akan memposisikan Perplexity dalam pengalaman pengguna Galaxy AI, serta detail integrasi yang kemungkinan akan diungkap lebih lanjut dalam waktu dekat.
(wpj/mik)

1 hour ago
1























