Perlintasan TKP Taksi Tertemper di Bekasi Kini Dijaga Petugas KAI-TNI

5 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Perlintasan sebidang liar di Jalan Ampera lokasi taksi hijau tertemper kereta sebelum kecelakaan maut Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi timur pada Sabtu (2/5) siang dijaga petugas resmi.

detikcom pada Sabtu (2/5) memberitakan sejumlah petugas gabungan dari Dinas Perhubungan hingga TNI telah disiagakan untuk menjaga kedua sisi perlintasan guna mengatur arus lalu lintas kendaraan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi keamanan di titik tersebut kini diperkuat dengan pemasangan palang besi manual yang cukup panjang untuk menutup seluruh ruas jalan saat kereta melintas.

Meski sudah terpasang, operasional palang ini masih dilakukan secara manual oleh petugas di lapangan karena statusnya yang belum otomatis.

Selain pengamanan, akses jalan di sekitar lokasi yang sebelumnya mengalami kerusakan juga terpantau sudah mulus teraspal, sehingga kendaraan dapat melintas dengan lebih lancar.

[Gambas:Video CNN]

Pihak KAI Daop 1 Jakarta mengonfirmasi bahwa pemasangan palang pintu sementara di JPL 86 ini telah dilakukan sejak 29 April 2026 sebagai langkah proaktif demi keselamatan.

Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menegaskan bahwa fasilitas ini merupakan upaya awal untuk melindungi perjalanan kereta api maupun masyarakat pengguna jalan.

"Pemasangan palang pintu sementara ini merupakan langkah awal sebagai bentuk upaya peningkatan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan," ujar Franoto dalam keterangan resminya.

Franoto juga menggarisbawahi bahwa palang besi tersebut bersifat sementara dan bukan merupakan palang pintu perlintasan resmi.

Nantinya, penjagaan palang ini akan dilakukan melalui swadaya masyarakat setempat yang berkoordinasi dengan pihak kelurahan.

Namun, dalam kondisi tidak ada penjagaan, palang tersebut wajib berada dalam posisi tertutup demi faktor keamanan. Langkah koordinasi juga telah dilakukan dengan Dinas Perhubungan Kota Bekasi serta Kelurahan Duren Jaya.

KAI memastikan akan terus mendorong pemerintah pusat maupun daerah untuk mencari solusi permanen, termasuk kemungkinan pembangunan flyover atau underpass di lokasi tersebut.

Di sisi lain, masyarakat tetap diimbau untuk selalu waspada dan berhenti sejenak guna memastikan kondisi aman sebelum menyeberangi perlintasan kereta api.

Penjagaan itu dilakukan setelah 16 orang meninggal dunia dan 90 orang lainnya terluka akibat kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.

Saat kecelakaan, satu taksi hijau sempat terhenti di tengah rel kereta api yang tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur karena masalah korsleting.

Taksi itu kemudian tertemper KRL yang melaju dari Cikarang ke arah Jakarta. KRL yang terlibat kecelakaan dengan taksi itu kemudian terhenti di tengah rel.

Di sisi lain, ada KRL arah Cikarang yang terhenti di Stasiun Bekasi Timur imbas insiden antara KRL arah Jakarta dan taksi.

KRL yang terhenti di Stasiun Bekasi Timur inilah yang kemudian ditabrak KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta.

(chri)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial