Perang Sinyal, Operasi Senyap China-Rusia Bantu Iran Lawan AS-Israel

5 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

China dan Rusia diam-diam dilaporkan membantu Iran dalam perang melawan Amerika Serikat dan Israel.

South China Morning Post (SCMP) pada 11 Maret lalu melaporkan sebuah perusahaan swasta China, yang menyediakan layanan pengumpulan intelijen untuk Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), mengeklaim bahwa pihaknya telah mengintersepsi sinyal radio dari pesawat pengebom AS yang menyerang Iran pada 1 Maret.

Jingan Technology, perusahaan teknologi pertahanan yang bermarkas di Kota Hangzhou, mengaku sukses mendeteksi sinyal terkait aktivitas militer AS sebelum konflik di Timur Tengah meletus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut perusahaan, sinyal itu terdeteksi dengan bantuan kecerdasan buatan (AI). Sistem pemantau perang milik mereka, Jingqi, berhasil menyusun ulang sinyal-sinyal militer AS beberapa minggu sebelum serangan diluncurkan.

Jingqi mengintegrasikan citra satelit, data lintasan penerbangan, dan catatan militer publik untuk menafsirkan rute pesawat angkut, pola penerbangan pengintaian, jenis kendaraan yang ditempatkan di pangkalan militer, serta pergerakan kelompok serang kapal induk AS di Timur Tengah.

Pada 6 Februari, Jingqi menganalisa informasi intelijen open-source dan mengidentifikasi bahwa telah terjadi peningkatan aktivitas militer di sekitar Iran, dikutip dari SCMP.

Pada 1 Maret, Angkatan Udara AS meluncurkan empat pesawat pengebom siluman B-2A sebagai bagian dari Operasi Epic Fury. Jet itu menyerang target-target penting di Iran, termasuk fasilitas rudal yang tersembunyi di pegunungan.

Keesokan harinya, Jingan menyatakan mereka berhasil mengintersepsi komunikasi radio dari pesawat pengebom AS tersebut. Sinyal itu tertangkap ketika pesawat AS dalam perjalanan pulang dari Iran.

Menurut Jingan, hasil deteksi sinyal itu mengungkap rute penerbangan bomber AS. Hasil ini tampaknya diberikan ke Iran untuk meluncurkan serangan balasan ke pangkalan dan fasiitas militer AS yang dioperasikan dalam perang.

Jingan Technology dilaporkan punya hubungan dengan PLA. Jingan juga kerap bekerja sama dengan lembaga keamanan negara, biro keamanan publik, serta perusahaan pertahanan milik negara seperti Norinco dan China Aerospace Science and Industry Corporation (Casic).

China adalah sekutu dekat Iran, selain Rusia. Sama dengan China, Rusia juga turut menjalankan operasi senyap guna membantu Teheran berperang.

Dilansir dari Al Jazeera, tiga pejabat senior AS sempat mengatakan kepada The Washington Post bahwa Rusia memberikan informasi intelijen sensitif kepada Iran dalam perang ini. Informasi itu mencakup lokasi spesifik kapal perang dan pesawat AS di Timur Tengah.

Meski begitu, Presiden Rusia Vladimir Putin membantah Moskow berbagi informasi intelijen ke Iran. Bantahan itu disampaikan saat Putin bertelepon dengan Presiden AS Donald Trump.

Namun demikian, analis sekaligus jurnalis Al Jazeera Jasim Al Azzawi meyakini bantahan tersebut hanya sekadar penenang.

Ia meyakini Putin diam-diam memang memasok informasi intelijen ke Iran selaku sekutu dekat yang membantu perangnya di Ukraina. Drone-drone Shahed Iran selama ini dipakai Rusia menggempur Kyiv.

Informasi intelijen ini salah satunya didapat dari satelit Rusia Kanopus V, yang dibeli oleh Iran dan diubah namanya menjadi Khayyam. Jaringan pengawasan udara ini menyediakan citra optik dan radar sepanjang waktu.

Bagi Iran, satelit ini bukan sekadar tambahan untuk kemampuan militernya. Ini adalah sistem saraf dari doktrin serangan presisinya.

Serangan-serangan Iran terhadap fasilitas militer AS yang terkait langsung dengan Operasi Epic Fury adalah contoh nyata penggunaan Kanopus V. Para pejabat Pentagon telah mengakui beberapa serangan Iran mengenai fasilitas mereka.

Sebagai informasi, koordinat fasilitas militer AS di perang ini tidak pernah ada dalam catatan maupun peta publik.

(blq/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial