Jakarta, CNN Indonesia --
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP mengeluarkan surat resmi merespons gugurnya prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon, Praka Farizal Rhomadhon, akibat serangan Israel pada Minggu (29/3).
Dalam surat yang diteken Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah itu, PDIP mengutuk keras serangan tersebut. PDIP menilai serangan itu sebagai pelanggaran serius menurut hukum humaniter internasional.
"Mengutuk keras setiap tindakan dari pihak manapun yang mengakibatkan jatuhnya korban di kalangan personel perdamaian PBB. Serangan terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap Resolusi DK PBB 1701 dan hukum humaniter internasional," demikian dikutip dari surat tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PDIP mendukung UNIFIL melakukan investigasi independen atas insiden tersebut dan mendorong RI memimpin negara-negara yang tergabung dalam UNIFIL untuk memperkuat perlindungan terhadap pasukannya.
"Mengajak seluruh kekuatan politik nasional untuk bersatu dan bekerja sama dalam menuntut keadilan bagi prajurit yang gugur serta memastikan keselamatan lebih dari 1.200 prajurit Indonesia yang masih bertugas di Lebanon," demikian bunyi poin keempat pernyataan sikap PDIP.
Dalam surat itu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sekaligus meminta negara memberikan kenaikan pangkat anumerta, jaminan hari tua, dan masa depan pendidikan bagi anak Praka Farizal.
Hal yang sama juga akan dilakukan PDIP dengan memberikan santunan rumah atau beasiswa bagi anak Praka Farizal yang masih berusia dua tahun.
"Keluarga besar PDI Perjuangan juga akan bergotong royong membantu keluarga korban, termasuk pemberian santunan rumah ataupun ke depan beasiswa bagi anaknya yang saat ini baru berusia 2 (dua) tahun".
"Prajurit TNI yang gugur adalah perisai dan perwujudan nyata dari manifestasi amanat Pembukaan UUD 1945: ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial," demikian bunyi surat tersebut.
UNIFIL ditempatkan di Lebanon selatan untuk mengawasi konflik di sepanjang garis demarkasi Lebanon dan Israel. Wilayah tersebut kerap menjadi pusat bentrok antara pasukan militer Israel dengan milisi Hizbullah bekingan Iran.
UNIFIL memiliki sekitar 10.000 pasukan penjaga perdamaian yang berasal dari berbagai negara. Sekitar 1.200 personel UNIFIL merupakan prajurit TNI.
(thr/isn)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
1

















