Pantangan Hari Raya Nyepi, 4 Aturan Ini Harus Dipatuhi Umat Hindu

1 hour ago 2

CNN Indonesia

Rabu, 18 Mar 2026 06:00 WIB

Berikut empat pantangan yang dijalankan saat Hari Raya Nyepi. Empat pantangan yang dijalankan saat Hari Raya Nyepi. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Hari Raya Nyepi menjadi momen penting bagi umat Hindu untuk melakukan perenungan sekaligus penyucian diri.

Berbeda dari perayaan hari besar lainnya yang identik dengan kemeriahan, Nyepi justru dijalani dalam suasana hening dan penuh ketenangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam perayaan ini, umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian, yakni empat pantangan utama yang harus dipatuhi selama Nyepi.

Aturan ini bukan sekadar larangan, tetapi memiliki makna mendalam terkait pengendalian diri dan keharmonisan hidup.

Catur Brata Penyepian juga berkaitan dengan konsep Tri Hita Karana, yaitu keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam, seperti yang dikutip dari bukuCatur Brata Panyepian Sebagai Proses Penyucian Diri Alam Semesta (2024).

Berikut empat pantangan yang dijalankan saat Hari Raya Nyepi.

1. Tidak bepergian (Amati Lelungan)

Selama Nyepi, umat Hindu tidak diperkenankan keluar rumah atau bepergian. Aktivitas ini dihentikan untuk menjaga suasana hening dan memberi ruang bagi introspeksi diri.

Namun, dalam kondisi tertentu seperti keadaan darurat atau kebutuhan mendesak, pengecualian tetap bisa diberikan. Umumnya, pantangan ini bertujuan agar ibadah dan perenungan bisa dijalani dengan lebih khusyuk.


2. Tidak menyalakan api atau cahaya berlebihan (Amati Geni)

Pantangan berikutnya adalah tidak menyalakan api, termasuk lampu yang terang, memasak, hingga aktivitas yang memicu api lainnya.

Makna dari Amati Geni bukan hanya secara fisik, tetapi juga simbolis, yakni menahan hawa nafsu dan mengendalikan diri dari sifat-sifat negatif.


3. Tidak bekerja atau beraktivitas (Amati Karya)

Segala aktivitas duniawi dihentikan selama Nyepi, termasuk bekerja dan kegiatan fisik lainnya. Momen ini dimanfaatkan untuk fokus pada kegiatan spiritual, seperti meditasi dan refleksi diri.

Selain itu, penghentian aktivitas juga dimaknai sebagai kesempatan bagi alam untuk 'beristirahat' dari aktivitas manusia.


4. Tidak bersenang-senang atau mencari hiburan (Amati Lelanguan)

Selama Nyepi, umat Hindu juga tidak melakukan aktivitas hiburan, seperti menonton televisi, mendengarkan musik, atau kegiatan rekreasi lainnya.

Pantangan ini mengajarkan pentingnya mengendalikan keinginan duniawi dan lebih fokus pada ketenangan batin.

Pada praktiknya, suasana Nyepi terasa sangat sunyi karena berbagai aktivitas publik juga dihentikan sementara.

Bahkan, layanan tertentu seperti transportasi, internet, hingga operasional tempat umum di beberapa wilayah ikut dibatasi sebagai bentuk penghormatan.

Melalui Catur Brata Penyepian, umat Hindu diajak untuk menenangkan diri, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta mendekatkan diri kepada Tuhan.

Nyepi pun menjadi momen refleksi yang tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga lingkungan secara keseluruhan.

(anm/fef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial