Jakarta, CNN Indonesia --
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mendatangi rumah duka Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, salah satu prajurit TNI yang tewas dalam serangan di Lebanon Selatan saat menjalankan misi perdamaian.
Agus datang bersama istri dan para pejabat Mabes TNI lainnya. Sesampainya di rumah duka Agus langsung menemui keluarga dari Kapten Zulmi.
Agus mengatakan akan memberikan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) terhadap Kapten Zulmi bersama beberapa prajurit lainnya yang turut gugur dalam serangan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang pertama akan memberikan KPLB kepada seluruhnya," kata Agus di rumah duka, di Kota Cimahi, Rabu (1/4).
Selain itu, Agus berjanji akan memberikan beasiswa untuk anak-anak prajurit sampai dewasa nanti.
"Kemudian yang lain dari Asabri mungkin Rp350.000.000 akan diberikan, kemudian juga beasiswa untuk anaknya Rp30.000.000. Semua anaknya juga akan kita perhatikan sampai nanti besar Kemudian gaji akan diberikan 12 bulan penuh 100%. Dan ada tabungan hari tua yang dihitung oleh TMT berdinas di militer," kata Agus.
Terkait pemulangan jenazah Kapten Zulmi dan prajurit lainnya yang gugur, kata Agus, saat ini masih dalam proses.
"Akan segera kita urus pemulangan ke Indonesia, sedang diurus," katanya.
Agus menjelaskan kondisi sejumlah prajurit yang terluka akibat serangan di Lebanon saat ini dalam penanganan medis.
"Sudah ada di rumah sakit, sudah dirawat dengan baik dan kita doakan semuanya cepat sembuh," kata dia.
Total ada tiga anggota TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon, meninggal dunia akibat serangan yang diduga kuat dilancarkan pasukan Israel.
Pada serangan pertama, Praka Farizal Rhomadhon, tewas akibat ledakan proyektil di dekat salah satu pos Indonesia di Desa Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3).
Kemudian terjadi lagi serangan yang menewaskan Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan Praka Farizal Rhomadhon, Senin (30/3).
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan berdasar laporan dari daerah penugasan, ledakan yang menewaskan dua prajurit TNI terjadi saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU).
Pengawalan itu dalam rangka tugas memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.
"Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, dimana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan," kata Aulia dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3).
Insiden itu juga mengakibatkan dua prajurit mengalami luka yaitu Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto.
Keduanya telah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon.
Aulia mengatakan TNI dalam melaksanakan penugasan Pasukan Pemeliharaan Perdamaian tetap mengutamakan keselamatan prajurit dengan tetap meningkatkan kewaspadaan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) UNIFIL.
"Untuk mengetahui penyebab insiden tersebut UNIFIL saat ini sedang melaksanakan investigasi, TNI juga terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi dihadapkan pada dinamika di daerah misi Lebanon," katanya.
(csr/isn)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
1
























