Negara-negara Teluk Ngaku Masih Diserang usai AS-Iran Gencatan Senjata

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah negara Teluk mengaku masih dihujani serangan udara usai Amerika Serikat dan Iran sepakat gencatan senjata pada Rabu (8/4).

Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengeklaim serangan Iran masih menerjang wilayah mereka setelah gencatan senjata diumumkan pada Rabu pagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, serangan tersebut berhasil dilumpuhkan. Tidak ada korban jiwa maupun luka buntut serangan itu, dikutip dari Anadalu Agency.

Uni Emirat Arab (UEA) pada waktu yang sama juga mengaku masih diserang rudal Iran, beberapa jam setelah AS-Iran gencatan senjata.

Pasukan UEA mengaku masih mencegat rentetan rudal Teheran, meski tak dijelaskan di mana serangan tersebut terjadi.

Militer Kuwait juga mengaku masih menghalau gelombang serangan drone yang mengarah ke fasilitas minyak dan listrik mereka.

Menurut keterangan militer, 31 drone menyerbu wilayah Kuwait sejak pukul 08.00 pagi waktu setempat. Serangan drone itu disebut telah mengakibatkan kerusakan signifikan pada fasilitas minyak dan listrik, serta pabrik desalinasi air.

AS dan Iran sepakat gencatan senjata pada Rabu (8/4) pagi. Hal itu diumumkan Presiden AS Donald Trump melalui platform media sosialnya, Truth Social, pada Selasa (7/4).

Kedua negara berhenti berperang setelah Trump menyetujui 10 poin tuntutan Iran yang dijadikan syarat gencatan senjata. Gencatan senjata ini akan berlangsung dua pekan, yang diikuti dengan negosiasi.

Perundingan AS-Iran akan digelar di Pakistan pada 10 April mendatang.

(blq/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial