Mengapa Trump Suka Warna Emas? Kata Pakar, Ini 5 Alasannya

1 hour ago 2

CNN Indonesia

Senin, 30 Mar 2026 17:45 WIB

Trump hobi menghias ruangan kerja di Gedung Putih dan di kediamannya dengan dekorasi emas, ini analisis dari para pakar. Trump hobi menghias ruangan kerja di Gedung Putih dan di kediamannya dengan dekorasi emas, ini analisis dari para pakar. (AFP/JIM WATSON)

Jakarta, CNN Indonesia --

Meski tidak terang-terangan menyatakan suka warna emas, tetapi warna ini menjadi ciri khas yang amat melekat pada gaya dekorasi ruangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Di Gedung Putih, tepatnya di Oval Office, banyak tampil dekorasi dengan warna emas. Bahkan pada properti pribadinya, Trump juga senang menggunakan dekorasi bernuansa emas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketertarikan Trump pada warna emas telah terdokumentasi selama beberapa dekade. Jauh sebelum dia menjadi presiden," kata Manahil Riaz, seorang psikoterapis di Houston, dikutip dari Huffpost.

Warna emas yang identik dengan kemewahan ini bukan sekadar pilihan estetika biasa, melainkan punya makna psikologis yang mendalam.

Para psikoterapis dan psikolog pun memberikan penjelasan menarik tentang alasan di balik kecenderungan Trump terhadap warna emas.

1. Warna emas melambangkan kesuksesan

Dalam psikologi warna, warna emas sering dikaitkan dengan pencapaian, otoritas, dan status sosial. Riaz menjelaskan, warna emas menjadi simbol visual dari kualitas-kualitas tersebut.

Trump juga ingin menunjukkan bahwa dirinya adalah sosok yang sukses dan berkuasa melalui penggunaan warna emas yang mencolok.

"Saya pikir itu adalah pilihan desain yang semacam mewakili dia menepuk dadanya untuk menunjukkan kepada orang-orang bahwa dia memegang kendali dan kekuasaan, dan orang-orang harus takut kepadanya dan harus datang kepadanya untuk meminta nasihat serta perlindungan," tutur Riaz.

2. Menciptakan kesenjangan sosial

Menurut Denise Dudley, seorang psikolog klinis dan pakar perilaku, penggunaan warna emas yang berlebihan oleh Trump juga bertujuan menonjolkan perbedaan antara "yang punya" dan "yang tidak punya."

Banyak orang memilih tidak menampilkan kemewahan secara berlebihan agar tidak dianggap sombong, tetapi Trump justru ingin agar perbedaan status sosial ini terlihat jelas. Ini adalah bentuk simbolisasi kekayaan dan keunggulan yang disengaja.

"Trump ingin kita menyadari bahwa dia adalah salah satu dari orang-orang kaya, dan dia senang jika dia bisa menunjukkan perbedaan antara dirinya sebagai orang kaya dan orang lain," kata Dudley.

Baca halaman selanjutnya... 

Add as a preferred
source on Google

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial