Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah prajurit TNI AL diduga menganiaya warga di Pelabuhan Melonguane, Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara pada Kamis (22/1) malam.
Usai insiden pengeroyokan itu, sejumlah warga kemudian menggeruduk Markas Komando Pangkalan TNI AL (Mako Lanal).
Peristiwa ini terekam dalam sebuah video dan viral di media sosial, salah satunya diunggah akun Instagram @manado.skali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Amukan dan Amarah Warga Kab. Kep. Talaud tak Terbendung dengan mendatangi Markas Polisi Militer Talaud, Mereka Meminta Bentuk Pertanggungjawaban dan Keadilan Untuk Korban yang diduga dian!4y4 oleh Oknum TNI-AL," demikian keterangan dalam unggahan tersebut.
Dalam keterangannya, Dankodaeral VIII Laksda Dery Triesananto Suhendi membenarkan telah terjadi kesalahpahaman yang melibatkan lima anggota TNI AL dari Lanal Melonguane dengan salah satu warga setempat pada Kamis sekitar pukul 23.30 WITA di Pelabuhan Umum Melonguane.
"Kejadian tersebut berawal dari kesalahpahaman yang diduga dipicu oleh pengaruh minuman keras, sehingga menyebabkan korban mengalami luka-luka dan situasi sempat tidak kondusif," kata Dery dalam keterangannya, Minggu (25/1).
Dery menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Melonguane atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia juga mengatakan peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi serius dalam pembinaan personel.
"TNI AL berkomitmen untuk terus meningkatkan disiplin, profesionalisme, serta sikap humanis prajurit dalam melaksanakan tugas di tengah masyarakat," ujarnya.
Dery menyatakan TNI AL tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum yang dilakukan oleh prajurit. Kata dia, aparat gabungan TNI-Polri telah bertindak cepat mengamankan situasi di lokasi kejadian.
"Oknum anggota TNI AL yang terlibat langsung telah diamankan oleh Detasemen Polisi Militer TNI Angkatan Laut untuk menjalani pemeriksaan intensif dan diproses sesuai hukum yang berlaku," ujarnya.
Lebih lanjut, Dery menuturkan saat ini situasi di Melonguane telah kembali kondusif. Ia berujar Komandan Lanal Melonguane telah menyerahkan bantuan pengobatan dan santunan kepada korban.
"Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud untuk tetap tenang dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban wilayah. Proses hukum dilaksanakan secara transparan dan profesional," pungkasnya.
(fra/dis/fra)

2 hours ago
1

























