Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan sedikitnya 1.001 orang tewas dan 2.584 terluka akibat serangan Israel ke wilayah selatan di negara itu sejak 2 Maret.
Dalam sebuah pernyataan, mengutip dari Anadolu, kementerian tersebut mengatakan bahwa korban tewas termasuk 118 anak-anak dan 79 perempuan.
Sementara itu, terdapat 365 anak-anak dan 414 perempuan di antara mereka yang jadi korban luka serangan-sernangan bom Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemenkes Lebanon menambahkan bahwa 33 orang tewas dan 152 lainnya terluka akibat serangan Israel dalam 24 jam terakhir.
Tentara Israel telah meningkatkan serangan udaranya di seluruh Lebanon sejak awal Maret di tengah serangan lintas perbatasan dengan Hizbullah, meski ada kesepakatan gencatan senjata yang telah berlaku sejak November 2024.
Presiden Lebanon Joseph Aoun mendesak Israel menghentikan serangan ke wilayah negaranya yang diklaim sebagai basis Hizbullah.
Melansir dari AFP, Dia menyatakan hal tersebut saat menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot pada Kamis (19/3) kemarin.
Dalam pertemuan dengan Barrot kemarin, Aoun menekankan Perlunya gencatan senjata, dan memberikan jaminan yang diperlukan untuk keberhasilannya baik dari pihak Israel maupun Hizbullah.
Pada 9 Maret lalu, Aoun mengusulkan inisiatif empat poin di antaranya menyerukan 'gencatan senjata penuh' Hizbullah dan Israel.
Kepada Barrot, Aoun mengatakan inisiatif negosiasi antara Hizbullah dan Israel masih berada di meja perundingan, tetapi eskalasi militer yang berkelanjutan menghambat proses tersebut.
"Yang penting adalah menghentikan eskalasi" antara Hizbullah dan Israel," tambah Aoun.
Kemenlu Prancis dalam pernyataannya menyatakan kunjungan mendadak Barrot merupakan tanda solidaritas terhadap rakyat Lebanon, yang telah terseret ke dalam perang yang tidak mereka inginkan.
Selain bertamu ke Aoun, Barrot bertemu dengan pejabat tinggi lainnya dan mengunjungi sebuah sekolah di dekat Beirut. Sekolah itu kini menjadi tempat penampungan bagi para pengungsi akibat perang.
Setelah Lebanon, Barrot akan mengunjungi Israel pada Jumat (20/3) ini. Itu perjalanan pertamanya sejak Prancis mengakui Negara Palestina tahun lalu.
Barrot mengaku akan mengadakan pembicaraan dengan otoritas Israel untuk membahas situasi keamanan, masalah kemanusiaan, dan prospek deeskalasi.
Lebanon terseret ke dalam perang regional sejak awal Maret ini.
Israel menembakkan roket ke selatan Beirut yang diklaim sebagai basis Hizbullah, setelah dia dan AS menggempur Iran dan menewaskan pemimpin tertingginya Ayatullah Khamenei di awal Ramadan atau pada akhir Februari lalu.
Milisi Hizbullah juga mengirim roket ke Israel. Sebaliknya, Israel membalas dengan serangan udara besar-besaran di seluruh Lebanon dan serangan darat di wilayah perbatasan, yang secara gabungan telah menewaskan lebih dari 1.000 orang.
(kid)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
1




























