Makassar, CNN Indonesia --
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengumumkan potensi hari raya Idul Adha 1447 Hijriah jatuh pada Rabu (27/5) mendatang saat mengamati hilal awal bulan Zulhijjah di Makassar, Sulawesi Selatan.
Koordinator Bidang Observasi BMKG Wilayah IV Makassar, Jamroni, mengatakan pengamatan hilal dilakukan saat matahari terbenam, tepat pukul 17.54 WITA, dengan durasi observasi selama 24 menit.
"Hari ini adalah hisab rukyat penentuan awal bulan Zulhijah. Jika hasil pengamatan menunjukkan hilal terlihat, maka besok sudah masuk tanggal 1 Zulhijah," kata Jamroni, Minggu (17/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jamroni menjelaskan, berdasarkan perhitungan astronomi, tinggi hilal di Makassar mencapai 4,3 derajat, melampaui batas minimum kriteria MABIMS. Sementara sudut elongasi bulan tercatat 9,65 derajat, juga berada di atas ambang minimal 6,4 derajat.
"Semua parameter MABIMS sudah terpenuhi. Artinya secara hisab, besok tidak perlu dilakukan istikmal atau penyempurnaan bulan berjalan karena sudah masuk 1 Zulhijah," jelasnya.
Jamroni menyebut keberhasilan rukyat masih bergantung pada kondisi cuaca. Saat pengamatan berlangsung, langit Makassar dilaporkan dalam kondisi mendung dengan awan tebal, sementara sejumlah wilayah sekitar seperti Gowa dan Takalar sudah diguyur hujan.
"Kondisi cuaca memang kurang mendukung karena awan cukup tebal menutupi cahaya matahari. Tapi jika cuaca membaik, insyaallah hilal bisa teramati," katanya.
Jamroni menuturkan bahwa secara astronomi seluruh wilayah Indonesia telah mencatat ketinggian hilal positif. Di Papua, tinggi hilal tercatat sekitar 3,5 derajat, Makassar 4,3 derajat, hingga yang tertinggi di Banda Aceh mencapai 7,3 derajat.
"Dari timur sampai barat Indonesia, semua nilai ketinggian hilal sudah positif. Tinggal menunggu hasil rukyat dari berbagai titik pengamatan yang nantinya akan menjadi pertimbangan dalam sidang isbat," ungkapnya.
Jika hasil sidang isbat Kementerian Agama menetapkan awal Zulhijah pada 18 Mei 2026, maka Hari Raya Iduladha diperkirakan jatuh pada 27 Mei 2026. BMKG pun optimistis tidak akan ada perbedaan penetapan hari raya tahun ini.
"Kalau sesuai perhitungan ini, insyaallah tidak ada perbedaan. Tapi tetap keputusan final menunggu sidang isbat pemerintah," pungkasnya.
Hilal di Ambon
Kementerian Agama Maluku dan BMKG Kelas I Ambon sementara itu melakukan pantauan awal bulan Zulhijah yang dipusatkan di Puncak Karang Panjang, Ambon, Maluku.
Koordinator Tim Data dan Informasi BMKG, Sukartoyo mengatakan hilal di langit Ambon saat matahari terbenam cukup tinggi alias berkisar 4,442 derajat, dengan umur bulan 13 jam 21 menit dan 01 detik. Sementara sudut elongasi saat matahari terbenam berkisar pada 8,40 derajat.
Untuk itu, kata dia hilal mustahil terlihat karena posisi bulan dan matahari belum berada pada posisi yang sama.
"Hilal di Ambon tergolong kecil dan sedang, jadi sulit terlihat,"ujarnya, Minggu (17/5)
Meski begitu, kata dia, ketinggian hilal dan elongasi di langit Ambon pada posisi empat derajat namun diperkirakan telah memenuhi syarat dalam kriteria MABIMS.
Ia berkata cuaca di langit Ambon cukup terlihat cerah namun hilal yang teramati dengan sejumlah fasilitas teropong sejak pukul 16:00 WIT petugas belum melihat tanda-tanda kemunculan hilal.
Posisi bulan masih di bawah posisi matahari alias di bawah ufuk. Meski hilal di bawah empat derajat dan sulit terlihat namun ia mengklaim sudah memenuhi syarat dan kriteria MABIMS.
Kepala Bimas Islam Kementerian Agama Maluku, M. Yasir Ramadau menuturkan pihaknya akan menyerahkan hasil pantauan awal bulan Zulhijah 144 H bersama BMKG dan Kemenag ke pemerintah pusat.
"Hilal di Ambon masih berkisar 4,442 derajat, masih tinggi, nantinya kita serahkan hasilnya ke pemerintah pusat,"katanya.
Rangkaian sidang isbat akan digelar di gedung Kemenag, Auditorium HM Rasjidi Jakarta Pusat. Kegiatan turut disiarkan di YouTube Kemenag dan Bimas Islam TV.
Pemerintah Indonesia menetapkan awal bulan hijriah seperti Ramadan, Syawal, hingga Zulhijah, menggunakan metode gabungan yakni hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pemantauan hilal) untuk menghasilkan keputusan yang komprehensif.
Sementara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan BMKG memperkirakan awal Zulhijah akan jatuh pada 18 Mei, sehingga Idul Adha atau 10 Zulhijah jatuh pada 27 Mei.
Peneliti BRIM Thomas Djamaluddin menjabarkan saat sidang isbat digelar posisi hilal sudah cukup tinggi di seluruh Indonesia dan hampir di seluruh dunia.
Berdasarkan perhitungan astronomi, sambung Thomas, kriteria penetapan awal Zulhijah di Muhammadiyah, pemerintah, hingga Arab Saudi diperkirakan sama-sama terpenuhi.
"Makax KHGT (Muhammadiyah) sama dengan Ummul Quro (Arab Saudi) sama dengan MABIMS (Pemerintah), awal Zulhijah 1447 sama dengan 18 Mei 2026, dan Idul Adha 27 Mei 2026,"ungkap Thomas, Kamis (14/5).
(sai/mir/gil)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
1





















