Kota Bawah Tanah Tempat Rudal Iran Disimpan, Bagaimana Sekarang?

12 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Rudal-rudal Iran terus menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah dan Israel.

Namun, Amerika Serikat dan Israel menyatakan terus beroperasi di atas puluhan pangkalan besar Iran.

Disebut, mereka menyergap peluncur rudal sesaat setelah muncul ke permukaan untuk ditembak meski tidak disebut secara spesifik. Namun yang jelas Iran menyimpan rudal-rudalnya di area bawah tanah yang amat luas dan mirip sebuah kota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tahun lalu, Iran mengirimkan pesan yang jelas kepada Israel, AS, dan beberapa negara Teluk, ketika IRGC (Korps Garda Revolusi Iran) mengungkap pangkalan bawah tanah yang menampung rudal jelajah "yang dirancang untuk menargetkan kapal perusak di perairan strategis selatan."

Laporan tersebut diterbitkan pada hari yang sama ketika Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayjen Mohammad Bagheri, merayakan "Hari Garda Revolusi Islam," seperti dikutip Jerussalem Post.

Pengungkapan "kota rudal" bawah tanah, sebagaimana Iran menyebut jenis pangkalan ini, bukanlah hal baru. Iran telah mengungkapkannya di masa lalu dan menekankan berbagai kapasitas fasilitas bawah tanah ini. Tujuan Iran adalah untuk menunjukkan bahwa mereka dapat menyimpan sebagian besar pasukannya di bawah tanah jika terjadi serangan dari musuh.

Pada tahun 2020 lalu, Iran telah mengungkap bahwa negaranya memiliki sebuah pangkalan rudal bawah tanah yang selama ini digunakan pasukan bersenjata Garda Revolusi Iran secara diam-diam. Pangkalan tersebut terlihat seperti kota bawah tanah dengan jalur terowongan panjang.

Middle East Monitor melaporkan kala itu, bahwa terdapat rudal balistik jarak menengah (MRBM) yang dirancang sendiri oleh Iran di pangkalan tersebut. Rudal berbahan bakar cair itu dijuluki Emad.

Surat kabar Rusia, Rossiyskaya Gazeta, melaporkan bahwa belum diketahui apakah pangkalan rudal tersebut mampu menahan serangan nuklir.

Dilansir kantor berita Sputnik, sistem tersebut berbasis rel dan tampak mampu membawa hingga empat rudal jarak jauh ke seluruh area "kota rudal bawah tanah" Iran yang keberadaannya diungkap awal tahun ini.

Komandan Garda Revolusi Iran, waktu itu Mayor Jenderal Hossein Salami, mengatakan sistem rudal negaranya akan mengguncang musuh. Ia juga percaya bahwa teknologi senjata rudal Iran dapat mendorong musuh untuk mundur.

Salami menambahkan kekuatan pertahanan Iran sekarang semakin memberikan negaranya kekuatan untuk menunjukkan posisi politiknya di dunia dan menjadi alat untuk menekan musuh jika perlu. Garda Revolusi Iran pernah mengklaim membangun kota rudal bawah tanah di sepanjang pesisir Teluk Persia pada Juni lalu.

Teheran menuturkan fasilitas rudal itu dibangun demi mengantisipasi ancaman musuh di kawasan.

"Iran telah membangun kota-kota rudal darat dan lepas pantai di sepanjang pantai Teluk Persia dan Teluk Oman yang akan menjadi mimpi buruk bagi musuh," kata Kepala Angkatan Laut Garda Revolusi Iran, Laksamana Muda Ali Reza Tangsiri kepada koran mingguan Sobh-e Sadeq pada 5 Juni 2020 lalu.

Nah, apakah serangan AS-Israel ke Iran juga menghancurkan "kota bawah tanah" ini? Belum ada informasi yang jelas.

(imf/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial