CNN Indonesia
Selasa, 31 Mar 2026 14:05 WIB
Ilustrasi. Simak kisi-kisi materi tes UTBK SNBT berikut sehingga kamu dapat menguasai bentuk soal yang diujikan serta membantu strategi belajar jadi lebih terarah. (ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA)
Jakarta, CNN Indonesia --
Setiap tahunnya, ribuan peserta bersaing melalui jalur SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes) untuk memperoleh kursi terbatas di kampus impian.
Persaingan yang semakin ketat membuat calon mahasiswa perlu mempersiapkan diri secara matang sejak awal.
Simak kisi-kisi materi tes UTBK SNBT berikut sehingga kamu dapat menguasai bentuk soal yang diujikan serta membantu strategi belajar jadi lebih terarah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendaftaran UTBK SNBT 2026 dibuka mulai 25 Maret hingga 7 April 2026, sementara pelaksanaan ujian dijadwalkan berlangsung pada 21 sampai 30 April 2026. Oleh karena itu, persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi seleksi berbasis tes ini.
Dengan mengetahui jenis tes, struktur soal, serta kemampuan yang diukur, peserta dapat membuat strategi belajar yang lebih efektif. UTBK tidak lagi berfokus pada hafalan semata, melainkan pada kemampuan berpikir kritis, literasi, dan penalaran logis.
Oleh sebab itu, memahami pola ujian UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) sejak dini menjadi bekal penting untuk meningkatkan peluang lolos seleksi.
Dikutip dari laman SNPMB, berikut kisi kisi materi tes UTBK SNBT secara lengkap.
Kisi kisi materi tes UTBK-SNBT 2026
UTBK SNBT terdiri dari dua jenis tes utama, yaitu Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Literasi.
Kedua jenis tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan kognitif peserta yang diperlukan dalam pendidikan tinggi, termasuk penalaran, pemahaman bacaan, dan kemampuan kuantitatif.
Tes Potensi Skolastik (TPS)
Tes Potensi Skolastik bertujuan mengukur kemampuan berpikir dan bernalar calon mahasiswa dalam menghadapi permasalahan akademik.
Kemampuan ini berkembang melalui pengalaman belajar di sekolah maupun lingkungan sehari-hari.
TPS terdiri dari empat komponen utama berikut:
1. Penalaran umum
Subtes ini menguji kemampuan peserta dalam memecahkan masalah baru yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan hafalan. Peserta dituntut berpikir logis dan sistematis melalui beberapa bentuk penalaran, yaitu:
- * Penalaran Induktif (10 soal)
Menguji kemampuan menemukan pola atau prinsip berdasarkan fakta yang diamati. - * Penalaran Deduktif (10 soal)
Mengukur kemampuan menarik kesimpulan logis dari premis yang sudah diketahui. - * Penalaran Kuantitatif (10 soal)
Berkaitan dengan penggunaan angka dan operasi aritmatika dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
2. Pengetahuan dan pemahaman umum (20 soal)
Bagian ini menilai kemampuan memahami bahasa serta wawasan umum dalam konteks budaya Indonesia. Peserta diuji dalam penggunaan kata, pemahaman konsep verbal, dan kemampuan komunikasi berbasis bahasa.
Subtes ini mengukur kemampuan membaca secara efektif dan memahami isi teks tertulis. Selain itu, peserta juga diuji dalam kemampuan mengekspresikan gagasan melalui tulisan serta memahami struktur wacana.
4. Pengetahuan kuantitatif (20 soal)
Pengetahuan kuantitatif berfokus pada pemahaman matematika yang diperoleh melalui pembelajaran formal. Materi meliputi perhitungan matematika dasar, pemecahan masalah numerik, serta penggunaan simbol angka.
Perlu dipahami bahwa pengetahuan kuantitatif berbeda dengan penalaran kuantitatif. Pengetahuan kuantitatif menekankan penguasaan konsep matematika, sedangkan penalaran kuantitatif menilai cara berpikir logis dalam menyelesaikan masalah angka.
Tes literasi
Selain TPS, peserta juga menghadapi Tes Literasi yang berfungsi mengukur kemampuan memahami informasi dari berbagai bahasa dan konteks.
1. Literasi bahasa Indonesia (30 soal)
Subtes ini menguji kemampuan memahami, menganalisis, dan mengevaluasi teks berbahasa Indonesia secara kritis.
2. Literasi bahasa Inggris (20 soal)
Peserta diminta memahami teks bahasa Inggris secara komprehensif, termasuk ide utama, makna kata, serta informasi tersirat.
3. Penalaran matematika (20 soal)
Bagian ini mengukur kemampuan berpikir logis dalam menyelesaikan persoalan matematika berbasis analisis dan penalaran.
Dengan memahami struktur tersebut, peserta dapat memetakan fokus belajar sesuai komponen dalam kisi kisi materi tes UTBK yang telah ditetapkan.
Jenis soal UTBK SNBT 2026
Selain materi, peserta juga perlu memahami model soal yang digunakan dalam UTBK. Terdapat tiga jenis soal utama, yaitu:
1. Pilihan ganda dengan lima opsi jawaban yaitu A, B, C, D, E
2. Pilihan majemuk kompleks, biasanya berbentuk tabel dengan beberapa pernyataan yang harus dianalisis.
3. Soal isian atau melengkapi rumpang, yang mengharuskan peserta menuliskan jawaban secara tepat.
Model soal ini dirancang untuk mengukur pemahaman secara menyeluruh, bukan sekadar kemampuan menghafal. Peserta harus mampu memahami konteks soal serta menggunakan logika dalam menentukan jawaban.
Durasi ujian UTBK SNBT 2026 diperkirakan sekitar 195 menit atau lebih dari tiga jam, dengan pembagian waktu pada setiap subtes.
Nah, itulah kisi-kisi materi tes UTBK SNBT yang bisa dipelajari untuk persiapan yang lebih matang.
(gas/fef)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
3


























