CNN Indonesia
Senin, 23 Feb 2026 08:15 WIB
Ilustrasi. Ada beberapa jenis gangguan mental yang umum terjadi. (iStock/CandyRetriever)
Jakarta, CNN Indonesia --
Gangguan mental terkadang sulit untuk dideteksi. Oleh karena itu, selain mengetahui bagaimana gejala awalnya, kita juga perlu tahu apa saja jenis gangguan mental sedari dini.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sempat menyebut sekitar 28 juta warga Indonesia diperkirakan mengalami gangguan jiwa pada Senin (19/1) lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angka tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan kesehatan mental bukan isu sepele dan dapat dialami siapa saja tanpa memandang usia ataupun latar belakang.
Jenis-jenis gangguan mental
Secara medis, gangguan mental adalah kondisi ketika seseorang mengalami perubahan pada emosi, perilaku, atau pola pikir yang cukup berat. Kondisi ini akhirnya mengganggu hubungan sosial, pekerjaan, hingga kualitas hidupnya.
Mengutip dari berbagai sumber, berikut beberapa jenis gangguan mental yang paling umum dan penting untuk dikenali sejak dini:
1. Gangguan kecemasan (anxiety disorder)
Gangguan kecemasan merupakan salah satu jenis gangguan mental yang paling banyak dialami masyarakat. Kondisi ini ditandai dengan rasa cemas, takut, atau khawatir berlebihan yang berlangsung terus-menerus dan sulit dikendalikan.
Melansir Very Well Mind, penderitanya bisa mengalami gejala fisik seperti jantung berdebar, napas pendek, sulit tidur, hingga sulit berkonsentrasi.
Dalam banyak kasus, kecemasan muncul tanpa pemicu yang jelas dan mengganggu aktivitas sehari-hari, baik di sekolah, tempat kerja, maupun kehidupan sosial.
2. Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD)
ADHD kerap dikaitkan dengan anak-anak, tetapi kondisi ini juga dapat berlanjut hingga dewasa. Gangguan ini ditandai dengan kesulitan memusatkan perhatian, perilaku impulsif, serta aktivitas berlebihan yang sulit dikontrol.
Pada orang dewasa, ADHD sering muncul dalam bentuk sulit fokus, mudah terdistraksi, manajemen waktu yang buruk, serta kesulitan menyelesaikan tugas. Jika tidak ditangani, ADHD dapat berdampak pada prestasi akademik, pekerjaan, dan hubungan sosial.
3. Depresi
Depresi bukan sekadar merasa sedih. Gangguan ini ditandai dengan perasaan murung yang menetap, kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai, kelelahan berkepanjangan, hingga perasaan tidak berharga.
Dalam kondisi tertentu, depresi juga dapat disertai gangguan tidur, perubahan nafsu makan, serta pikiran untuk menyakiti diri sendiri. Depresi memerlukan penanganan profesional karena dapat berdampak serius pada kualitas hidup penderitanya.
4. Skizofrenia
Ilustrasi. Ilustrasi seseorang mengalami skizofrenia. (Istockphoto/ CasarsaGuru)
Skizofrenia merupakan gangguan mental berat yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan memahami realitas.
Mengutip dari PsychCentral, gangguan spektrum skizofrenia biasanya ditandai dengan delusi, halusinasi, pikiran atau ucapan yang tidak teratur, kurang motivasi, kesenangan, atau ekspresi emosional.
Beberapa faktor dapat berperan dalam perkembangan skizofrenia, seperti genetik, faktor lingkungan, hingga penggunaan zat adiktif.
5. Gangguan bipolar
Gangguan bipolar ditandai dengan perubahan suasana hati yang ekstrem, mulai dari fase sangat bersemangat dan penuh energi (mania) hingga fase depresi yang mendalam.
Perubahan ini bukan sekadar naik-turun emosi biasa, melainkan dapat memengaruhi keputusan, pola tidur, serta kemampuan bekerja dan bersosialisasi.
6. Gangguan stres pascatrauma
Gangguan stres pascatrauma atau sering disebut dengan post-traumatic stress disorder (PTSD) ini terjadi ketika seseorang mengalami trauma terhadap kematian, kecelakaan, cedera serius, atau kekerasan seksual.
Gejala pada PTSD, biasanya merasa mengalami kembali peristiwa tersebut, menghindari hal-hal yang mengingatkan seseorang tentang peristiwa tersebut, merasa gelisah, mimpi buruk, kesulitan berkonsentrasi, hingga ledakan amarah.
7. Gangguan insomnia
Gangguan ini biasanya terjadi saat seseorang merasa tidak mampu untuk mendapatkan tidur yang cukup. Seseorang yang mengalami ini biasanya mengalami kesulitan dan gangguan tidur pada waktu tertentu.
Insomnia dianggap sebagai gangguan ketika disertai dengan penderitaan atau gangguan yang parah dalam jangka waktu lama.
Tingginya perkiraan angka gangguan mental di Indonesia menunjukkan pentingnya deteksi dini dan akses layanan kesehatan jiwa yang lebih merata. Mengenali gejala sejak awal dapat membantu mencegah kondisi berkembang menjadi lebih berat.
Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Dengan pemahaman yang tepat, dukungan lingkungan, serta penanganan sesuai, gangguan mental dapat dikelola. Jadi, penderitanya tetap memiliki kualitas hidup yang baik.
(nga/rti)

1 hour ago
1
























