Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan dampak lonjakan harga minyak dunia terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sejauh ini masih dalam batas yang dapat dikendalikan.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Deni Surjantoro mengatakan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) memang mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Namun secara rata-rata sepanjang tahun berjalan, dia bilang harga minyak masih berada di bawah asumsi yang digunakan dalam APBN.
"Posisi penutupan 6 Maret estimasi ICP di level US$89,7 per barel. Namun rata-rata year to date ICP masih di kisaran US$67 per barel, masih di bawah yang ditetapkan dalam APBN US$70 per barel," kata Deni kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (7/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan pemerintah terus memantau perkembangan harga energi global terutama di tengah ketidakpastian geopolitik yang memengaruhi pasar minyak dunia.
Meski harga minyak sempat melonjak, menurut Deni kondisi fiskal pemerintah sejauh ini masih dalam kondisi terkendali.
"Hingga saat ini dampak kenaikan ICP terhadap APBN tetap terkendali dalam batas manageable," ujarnya.
Harga minyak dunia memang terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Mengacu pada data Oil Price pada Sabtu (7/3), harga minyak mentah Brent naik 8,52 persen menjadi US$92,69 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melonjak 12,2 persen hingga US$90,90 per barel.
Kenaikan harga energi ini dipicu konflik yang masih berlangsung antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan tersebut juga memicu gangguan pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global.
Jika konflik berlangsung lebih lama, sejumlah negara produsen energi memperkirakan harga minyak dapat melonjak lebih tinggi. Menteri Energi Qatar Saad al-Kaabi bahkan memperingatkan perang di kawasan tersebut dapat menghentikan ekspor energi negara-negara Teluk dalam hitungan hari.
"Jika perang ini berlanjut selama beberapa minggu, pertumbuhan PDB di seluruh dunia akan terdampak. Harga energi semua negara akan naik," kata Saad al-Kaabi dikutip dari Financial Times.
Pemerintah Indonesia juga telah melakukan simulasi risiko terhadap lonjakan harga minyak terhadap APBN 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan apabila harga minyak rata-rata tahunan mencapai US$92 per barel, defisit APBN berpotensi meningkat hingga 3,6-3,7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) jika tidak ada langkah penyesuaian kebijakan.
Namun, pemerintah masih memperkirakan rata-rata harga minyak sepanjang tahun berada di kisaran US$72 per barel, sehingga kondisi fiskal dinilai masih dalam batas aman.
(del/kid)

2 hours ago
2



























