KAFI FC Ungkap Kondisi Dwi Pilihanto Usai Disanksi Seumur Hidup

17 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Manajemen KAFI Yogyakarta FC mengungkap kondisi Dwi Pilihanto Nugroho, mantan pemainnya yang disanksi larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup imbas aksi tendangan kungfu saat berlaga di Liga 4 Provinsi DIY.

"Kalau mas Dwi sekarang fokus menenangkan diri dulu," kata Manajer KAFI, M. Hasanudin saat dihubungi, Kamis (8/1).

Pernyataan Hasanudin menjawab mengenai ada tidaknya rencana bagi Dwi untuk mengajukan banding atas sanksi yang dijatuhkan Panitia Disiplin (Pandis) PSSI Asosiasi Provinsi (Asprov) DIY, Rabu (7/1) malam kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara manajemen telah legowo menerima keputusan Pandis tersebut, dengan dasar menjunjung tinggi nilai-nilai fair play dan menaati aturan berlaku.

Pascakeputusan Pandis itu, klub juga telah memberhentikan Dwi yang dianggap terbukti bersalah melanggar aturan kode disiplin PSSI 2025.

"Semoga peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi seluruh pemain dan pihak pihak yang terlibat dalam kancah sepakbola Tanah Air, dan tidak terulang kembali di kemudian hari," katanya.

Kini, KAFI Jogja tengah berfokus untuk menghadapi pertandingan final Liga 4 Provinsi DIY melawan Mataram Utama FC di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Minggu (18/1) mendatang. Insiden Dwi Pilihanto itu pun diklaim tak memengaruhi persiapan klub untuk laga pamungkas.

"Insyaallah tidak (memengaruhi), kemarin memang situasi kurang nyaman karena adanya peristiwa ini. Tapi sekarang dari manajemen, tim pelatih, dan pemain berusaha mengembalikan fokus pada tujuan awal dan menatap ke depan untuk meraih hasil yang terbaik di final," pungkasnya.

Oleh Pandis Asprov PSSI DIY, Dwi Pilihanto dinyatakan bersalah setelah mengangkat kaki terlalu tinggi dan mengarah ke muka pemain UAD FC, Amirul Muttaqin, pada pertandingan Liga 4 DIY di Lapangan Sitimulyo, Selasa (6/1).

Selain dihukum larangan beraktivitas seumur hidup di kompetisi sepak bola Indonesia, Pandis DIY juga menetapkan denda sebesar Rp1 juta kepada Dwi.

Tak hanya menjatuhi hukuman kepada pemain, Asprov PSSI DIY juga memberi sanksi kepada wasit pertandingan. Wasit tersebut hanya dievaluasi dan diberi pembinaan.

[Gambas:Video CNN]

(kum/kum/rhr)

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial