Javier Bardem Serukan Bebaskan Palestina dan Kecam Perang di Oscar

3 hours ago 1

CNN Indonesia

Senin, 16 Mar 2026 17:10 WIB

Javier Bardem kembali menyerukan dukungannya untuk pembebasan Palestian dan mengecam perang saat hadiri Piala Oscar 2026. Javier Bardem kembali menyerukan dukungannya untuk pembebasan Palestian dan mengecam perang saat hadiri Piala Oscar 2026. (REUTERS/Mike Blake)

Jakarta, CNN Indonesia --

Javier Bardem kembali bersuara dan mendeklarasikan posisinya terkait situasi di dunia. Ia menentang perang saat berada di atas panggung Piala Oscar 2026 pada Minggu (15/3) waktu AS.

Bardem hadir di atas panggung bersama Priyanka Chopra untuk menyerahkan piala Best International Feature yang akhirnya dimenangkan Sentimental Value. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum mengumumkan nominasi kategori tersebut, Bardem meluangkan waktu sejenak untuk menyampaikan penentangannya secara politik, yang muncul beberapa minggu setelah AS memasuki perang dengan Iran.

"Tidak untuk perang," kata Bardem, yang mengenakan lencana merah bertuliskan frasa dalam bahasa Spanyol, "No a la guerra."

"Free Palestine (Bebaskan Palestina)."

[Gambas:Video CNN]

Ia juga mengenakan pin yang merujuk pada wilayah Timur Tengah yang penuh konflik tersebut, yang dalam beberapa tahun terakhir terjebak dalam konflik Israel dengan organisasi teroris Hamas.

Bardem bukan satu-satunya bintang yang berpolitik di Oscar. Beberapa selebriti, seperti bintang Bridgerton Charithra Chandran hingga penyanyi pop Sara Bareilles juga mengenakan pin yang menyuarakan gerakan keadilan sosial.

Beberapa pin bertuliskan "Just Peace" dan "Artists4Ceasefire," merujuk pada kelompok seniman dan pendukung yang menyerukan perdamaian sebagai tanggapan terhadap kekerasan di Palestina.

Javier Bardem wears a sign that read Javier Bardem mengenakan pin "No to the War" dan simbol Palestina saat menghadiri Piala Oscar 2026. (REUTERS/Daniel Cole)

Komentar Javier Bardem tentang Oscar setelah meningkatnya perang AS-Iran. Perang Amerika Serikat dan Israel dengan Iran meluas pada minggu ketiga, dengan Israel melancarkan gelombang serangan baru di Iran dan Lebanon.

Presiden AS Donald Trump menyerukan negara-negara lain untuk bergabung dengannya dalam mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz di tengah krisis energi yang semakin dalam.

Trump telah berulang kali mengatakan perang segera berakhir tetapi belum memberikan tenggat waktu spesifik kepada anggota Kongres atau rakyat Amerika.

Menteri Energi Chris Wright mengatakan kepada ABC News bahwa ia memperkirakan konflik akan berakhir dalam beberapa minggu ke depan, jika tidak lebih cepat.

Perang juga telah meningkat dalam beberapa hari terakhir ketika komandan militer AS memerintahkan pengerahan ribuan Marinir ke Timur Tengah.

Pemerintah AS juga telah memperingatkan warga Amerika untuk meninggalkan Irak, dan pegawai pemerintah AS yang bukan dalam keadaan darurat diperintahkan untuk meninggalkan Oman, menurut laporan Reuters.

Dalam sebuah wawancara dengan NBC News, Trump mengatakan Iran bersedia untuk menegosiasikan kesepakatan gencatan senjata, tetapi Amerika Serikat belum tertarik sejauh ini "karena persyaratannya belum cukup baik."

(chri)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial