Jakarta, CNN Indonesia --
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah pada perdagangan Kamis (22/1).
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan indeks saham masih rawan terkoreksi ke kisaran 8.710-8.887, meski tetap memiliki peluang menguat terbatas hingga area 9.026-9.054.
"Pergerakan indeks saat ini masih berada di fase awal koreksi," ujar Herditya dalam riset hariannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan sentimen tersebut, Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 8.956, 8.905 dan resistance 9.120, 9.192 hari ini. Ia pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni ENRG, IMPC, MBMA, dan BMRI.
Senada, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi ke kisaran 8.840-8.900 selama masih bergerak di bawah level 9.047.
Namun, jika mampu menembus level tersebut, peluang penguatan terbuka hingga area 9.105-9.130.
"Selama belum melewati 9.047, tekanan masih akan terasa," ujar Ivan.
Dia pun memprediksi IHSG bergerak di level support 8.890, 8.773, dan 8.619, dan resistance 9.174, 9.261, dan 9.335 hari ini. Ivan pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni CPIN, INKP, MBMA, PGAS, dan TLKM.
IHSG ditutup di level 9.010 pada perdagangan Rabu (21/1) sore. Indeks saham melemah 124,37 poin atau minus 1,36 persen dari perdagangan sebelumnya.
Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp34,20 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 61,63 miliar saham.
Pada penutupan kemarin, 179 saham menguat, 546 terkoreksi, dan 77 stagnan.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
(del/pta)

1 hour ago
1






























