Jakarta, CNN Indonesia --
Serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz terus meningkat seiring memanasnya perang Iran vs Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah.
Sejumlah kapal dari berbagai negara dilaporkan telah menjadi sasaran serangan Iran dalam beberapa hari terakhir.
Sebelumnya, Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Laksamana Alireza Tangsiri menyatakan kapal-kapal harus memiliki izin terlebih dahulu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap kapal yang melintas harus memiliki izin dari Iran," ujarnya dalam unggahan di media sosial, pada Rabu, dikutip ABC.
Berikut daftar negara yang tanker hingga kargonya diserang Iran di Selat Hormuz.
Irak
Serangan udara telah menghantam dua kapal tanker minyak di perairan Irak, pada Kamis (12/3), setidaknya satu orang tewas..
Juru bicara militer Irak Letnan Jenderal Saad Maan mengatakan satu anggota kru kapal tewas dan 38 orang lainnya diselamatkan usai dua kapal tanker minyak diserang di pelabuhan Al Faw.
"Dua kapal tanker minyak menjadi sasaran tindakan sabotase yang pengecut," kata Maan, seperti dikutip Irak News Agency (INA).
Ia menegaskan serangan itu "merupakan pelanggaran kedaulatan Irak" karena terjadi di dalam perairan teritorial Irak.
"Irak berhak mengambil tindakan hukum," tukasnya.
Thailand
Sebuah kapal kargo milik Thailand diserang dari udara di Selat Hormuz hingga terbakar pada Rabu (11/3). Sekitar 20 kru diselamatkan oleh pelaut militer Oman, dan tiga masih hilang.
Hal itu diungkap perwakilan resmi Angkatan Laut Thailand Laksamana Muda Parach Rattanachaiphan.
"Kapal kargo Thailand Mayuree Naree, dengan bobot 30.000 ton, diserang dari udara pada Rabu pagi setelah meninggalkan pelabuhan Khalifa di Uni Emirat Arab (UEA). Serangan terjadi saat kapal melintasi Selat Hormuz dan terjadi kebakaran hebat di buritan kapal," kata Rattanachaiphan dikutip dari Reuters.
Kepulauan Marshall dan Malta
Dua pejabat Irak menyatakan kapal Safesea Vishnu berbendera Kepulauan Marshall dan Zefyros, yang sebelumnya telah memuat kargo bahan bakar di Irak, telah menjadi target serangan.
"Kami menemukan jasad seorang awak kapal asing di laut," ujar seorang pejabat keamanan pelabuhan, dikutip dari Malay Mail.
Hingga kini, tim penyelamat Irak masih melakukan pencarian terhadap pelaut lain yang dilaporkan hilang. Belum dapat dipastikan kapal mana yang terkait dengan korban itu.
Berdasarkan data Lloyd's List Intelligence, operator komersial Safesea Vishnu yang berbasis di Amerika Serikat adalah Safesea Transport Group.
Salah satu sumber keamanan pelabuhan Irak juga menyebutkan Zefyros terdaftar di Malta dan telah menyerahkan daftar nama awak kapal kepada Reuters.
Liberia
IRGC juga melancarkan serangan ke kapal Express Room yang berlayar di bawah bendera Liberia.
Kapal tersebut dihantam oleh proyektil Iran setelah diduga mengabaikan larangan IRGC untuk tidak melintasi jalur tersebut.
"Mengabaikan peringatan dari Angkatan Laut IRGC dan berhenti di posisinya," ujar juru bicara IRGC, Mayor Jenderal Ali Mohammad Naeini, dikutip dari ABC News.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Add
as a preferred source on Google

13 hours ago
1



















