Jakarta, CNN Indonesia --
Tentara Negara Indonesia (TNI) terus berpartisipasi dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di beberapa negara.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyatakan bahwa Indonesia menempati posisi kelima sebagai kontributor terbesar dalam pengiriman pasukan penjaga perdamaian PBB.
"Indonesia meneruskan tradisi sebagai negara pengirim pasukan UN Peacekeeping. Dan, saat ini Indonesia merupakan kontributor terbesar ke-5 dengan jumlah 2.736 personel di 8 misi PBB," ujar Sugiono, pada Rabu 1 Januari 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini, pasukan Indonesia yang masih aktif bertugas berada di Lebanon dan Republik Afrika Tengah.
Lebanon, UNIFIL
United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) adalah pasukan perdamaian yang dibentuk oleh PBB pada 19 Maret 1978 melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 425 dan No. 426, dengan tujuan memantau penarikan pasukan Israel dari Lebanon.
Misi utama UNIFIL adalah memulihkan perdamaian dan keamanan internasional serta mendukung pemerintah Lebanon dalam menegakkan otoritasnya di wilayah itu.
Pasukan UNIFIL pertama kali ditempatkan di wilayah itu pada 23 Maret 1978, sedangkan Indonesia baru ikut berpartisipasi pada 2006 melalui Kontingen Garuda (Konga), yang merupakan nama pasukan TNI di bawah UNIFIL.
Saat ini, operasi penjaga perdamaian PBB di Lebanon Selatan melibatkan hampir 10.000 personel dari 49 negara.
Per Maret 2026, Indonesia menempatkan salah satu kontingen terbesar dengan jumlah pasukan sekitar 755 personel.
Menurut catatan PBB, Indonesia pernah mengerahkan 1.232 prajurit, sementara Kementerian Luar Negeri RI melaporkan pada Maret 2023, jumlah prajurit Indonesia yang bertugas di Lebanon Selatan mencapai 1.090 personel.
Republik Afrika Tengah, MINUSCA
United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA) adalah misi perdamaian PBB yang disahkan pada 10 April 2014.
Tugas utama pasukan ini untuk melindungi warga sipil sebagai prioritas utama. Selain itu, mendukung proses transisi politik, memfasilitasi bantuan kemanusiaan, promosi dan perlindungan hak asasi manusia, dukungan terhadap keadilan, supremasi hukum, dan perlucutan senjata.
Berdasarkan data Peacekeeping PBB, per Januari 2026, Indonesia menempati posisi ketujuh sebagai penyumbang personel polisi terbanyak untuk misi perdamaian PBB, dengan 155 personel.
Sebelumnya, pada 17 Agustus 2021, sebanyak 200 personel Kompi Teknik MINUSCA Indonesia dianugerahi medali pengabdian PBB atas kontribusi mereka terhadap perdamaian dan stabilitas di Republik Afrika Tengah.
"Anda telah membawa warisan Anda sendiri bagi masa depan negara ini," kata Wakil Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal Lizbeth Cullity.
Pernyataan itu disampaikan Cullity saat memimpin upacara pemberian medali yang meriah yang diadakan di Bangui.
(rnp/dna)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
2























