Jakarta, CNN Indonesia --
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menegaskan komitmennya dalam mendukung pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Aceh dengan berpartisipasi dalam pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara).
BSI membangun sebanyak 90 unit Huntara atau sekitar 15 persen dari total 600 unit yang dibangun melalui sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah koordinasi Danantara Indonesia.
Penyerahan kunci Huntara dilakukan di Kabupaten Aceh Tamiang dan dihadiri sejumlah pejabat serta perwakilan BUMN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Managing Director Stakeholders Management BPI Danantara Rohan Hafas, Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, serta perwakilan BUMN lainnya.
Pembangunan Rumah Hunian Danantara merupakan bagian dari komitmen Danantara Indonesia dalam menyediakan hunian sementara yang layak, aman, dan bermartabat bagi masyarakat terdampak bencana.
Huntara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat dengan struktur yang aman, akses air bersih, sanitasi memadai, serta dukungan listrik dan layanan kesehatan.
Selain hunian, kawasan Huntara juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung untuk menunjang aktivitas sosial masyarakat, seperti klinik kesehatan, taman bermain anak, serta akses internet dan listrik tanpa biaya.
Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta mengunjungi langsung masyarakat Aceh yang akan mulai menempati Huntara tersebut dan berkesempatan menyapa beberapa penerima manfaat. Bob mengatakan, program ini merupakan wujud nyata dari semangat kolaborasi dan nilai kebermanfaatan BSI untuk masyarakat.
"Melalui penyerahan huntara ini, kami berharap para penyintas dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang dan aman. BSI berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam situasi sulit maupun dalam proses pemulihan," ujarnya dikutip Minggu (11/1).
Serah terima ini menjadi penanda bahwa Rumah Hunian Danantara yang telah dibangun di Kabupaten Aceh Tamiang siap dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak, melalui pengelolaan, penetapan penerima manfaat, serta proses distribusi dan penempatan hunian oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.
Partisipasi dalam pembangunan Huntara ini melengkapi rangkaian aksi kemanusiaan BSI yang telah berjalan sejak hari pertama bencana.
BSI mencatat telah menyalurkan bantuan logistik lebih dari 203 Ton, mendirikan posko kesehatan dan dapur umum, pengiriman 100 relawan, menyediakan layanan trauma healing di zona anak, pembersihan outlet dan masjid.
Kemudian, pengaktifan jaringan telekomunikasi, pembukaan cabang secara bertahap dan juga optimalisasi layanan nasabah hingga memfasilitasi layanan penukaran uang tidak layak edar (UTLE).
(inh)

7 hours ago
3

























