Jakarta, CNN Indonesia --
Brasil berencana mengerahkan pasukan Garda Nasional ke perbatasannya dengan Venezuela pasca Amerika Serikat menyerang negara tetangganya tersebut pada akhir pekan kemarin.
Berdasarkan dekrit yang dikeluarkan pemerintah Brasil pada Kamis (8/1), Pasukan Keamanan Publik Nasional (FNSP) akan dikerahkan ke negara bagian Roraima untuk "menjaga ketertiban umum dan keselamatan masyarakat serta harta benda".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasukan FNSP nantinya akan ditempatkan di Pacaraima dan ibu kota Roraima, Boa Vista. Wilayah ini didiami kelompok bersenjata ilegal yang menjual narkoba dan mengoperasikan tambang ilegal.
Langkah pemerintah Brasil ini diambil setelah AS pada Sabtu (3/1) mengebom Venezuela dan menculik presidennya, Nicolas Maduro. Serangan AS dilakukan dengan dalih memberantas narkoterorisme.
Brasil pada Minggu (4/1) buru-buru menutup sementara perbatasannya dengan Venezuela di dekat Pacaraima. Menurut media Brasil, Venezuela telah memperkuat kehadiran militernya di perbatasan.
Beberapa kelompok bersenjata, baik geng Venezuela maupun Brasil, dilaporkan telah aktif beroperasi di perbatasan. Geng-geng itu termasuk First Capital Command (PCC) dan Red Command (CV).
Direktur Andes untuk Washington Office on Latin America (WOLA), Gimena Sanchez, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pengerahan pasukan Brasil ke perbatasan merupakan langkah tepat lantaran geng-geng kriminal mendorong penduduk pergi ke Brasil imbas kekerasan yang mereka lakukan.
Meski begitu, hingga kini belum ada laporan pengungsian massal warga Venezuela ke Brasil.
Brasil merupakan sekutu Venezuela yang mengkritik keras serangan AS di Caracas. Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menyebut AS telah melewati "batas yang tidak bisa diterima".
Menurut Lula, tindakan AS di Venezuela mengancam status kawasan Amerika Latin sebagai zona perdamaian dan membangkitkan kembali ingatan akan intervensi politik di Amerika Latin dan Karibia.
(blq/rds)

17 hours ago
4

























