Bos Kelompok Zikir di Candi Prambanan Buka Suara Usai Viral

22 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Pimpinan sekelompok pria yang zikir di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Rifai, buka suara usai aksi mereka viral dan dikecam di media sosial.

Rifai yang merupakan warga Desa Karangrandu, Jepara itu mengklaim zikir di Candi Prambanan merupakan perjalanan rohaniah. Awalnya dia memiliki guru di daerah Tangerang. Ia kemudian mengklaim bisa meneruskan ilmu dari sang guru. 

Rifai yang tidak tamat sekolah dasar (SD) itu pun menyakini telah mewarisi ilmu dari gurunya tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam perjalanan rohaniah, saya menemukan seorang guru yang membimbing rohaniah dalam majelis zikir di Tangerang, beliau sudah meninggal dunia," cerita Rifai mengutip detikcom, Kamis (8/1).

"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini," lanjut dia.

Terkait zikir di Candi Prambanan, Rifai menjelaskan merupakan tugas perjalanan spiritual dari leluhurnya. Maka dia bersama rombongan jemaahnya melakukan zikir di Candi Prambanan pada 25 Desember 2025 lalu.

"Dan adapun kejadian di Prambanan di sisi lain adalah perjalanan sebuah spiritual daripada leluhur yang memberikan tugas dan amanah untuk datang ke sana," jelas dia.

Rifai mengaku rombongan mengendarai minibus Elf itu menuju ke Pantai Parangtritis Jogja. Setelah itu dari Parangtritis melanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan dan Borobudur saat sorenya.

"Pertama ketika di Pantai Parangtritis sowan ke Bunda Ratu (Nyi Roro Kidul) setelah itu Syah Maulana Magribi setelah itu perjalanan ke Prambanan dan Borobudur," ungkap dia.

Rifai mengaku ada misi yang dibawa saat melakukan zikir ke Candi Prambanan. Pertama melepaskan kutukan dari Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang. Kedua ingin mendoakan leluhur yang ada di Candi Prambanan.

"Adapun yang di Candi Prambanan misi utama untuk melepas kutukan dari Aji Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang dan untuk melepaskan itu," ungkap dia.

"Dan mendoakan leluhur yang ada di sana," lanjut dia.

Rifai pun mengaku tidak tahu jika kegiatannya berzikir di Candi Prambanan viral di media sosial. Ia mengklaim seandainya tahu ada orang yang merekam dan memviralkan akan melarangnya. Sebab menurutnya jemaahnya sendiri dilarang untuk memfoto dan merekam saat kegiatan spiritual tersebut.

"Karena memang saya tidak ingin dikenal dan terkenal, yang penting misi saya tidak membawa keagamaan apapun, misi saya bertauhid kembali ke Tuhan Yang Maha Esa karena hakikatnya bertauhid mau pakai syariat Islam, Hindu, Buddha apapun kita kembali ke Tuhan Yang Maha Esa," jelasnya.

Dia menjelaskan tidak ada keinginan untuk merendahkan agama lain. Dia justru menghormati dan menghargai agama lain.

"Kita tetap mengajarkan kasih saya welas asih kepada siapapun, dan tidak ada perbedaan agama, itu tidak ada. Tetap saling menghargai menghormati dan kembali ke Tuhan Maha Esa," jelasnya.

Sempat didatangi polisi dan Kemenag

Rifai mengaku sempat didatangi rombongan Polres Jepara dan Kemenag Jepara di padepokannya. Ia pun mengaku telah menjelaskan dan menyampaikan klarifikasi atas kegiatan zikir di pelataran Candi Prambanan.

"Alhamdulillah mereka sudah mau menerima dengan lapang, syukur dan sekarang diberikan izin untuk membuat majelis, karena dalam perjalanan tidak ada yang menyimpang dalam tata syariat maupun hakikat dalam menuju Allah," terang dia.

Rifai menjelaskan bahwa dirinya memiliki padepokan pengobatan alternatif. Dari itu orang yang sakit dapat disembuhkan dan menjadi jemaah. Pada hari tertentu mereka berkumpul melaksanakan zikir di padepokan.

"Majelis sudah lama, sejak tahun 2019. Setiap malam kita tetap mujadah. Di sini ada 100 jemaah setiap malam ada 40, ada ibu-ibu bapak-bapak, mau berzikir silakan," jelasnya.

"Warga sini ada satu rumah. Lainnya ada dari Pati, Kudus, Bangsri rata-rata tetangga Desa," terang dia.

Pengelola minta maaf

InJourney Destination Management yang membawahi PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola Candi Prambanan menyebut, peristiwa zikir viral itu terjadi pada Kamis (25/12) di sisi utara Candi Siwa.

Destantiana Nurina selaku Corporate Secretary InJourney Destination Management menyebut aktivitas itu dilakukan selama 30 menit oleh rombongan berjumlah sekitar 11 orang asal Semarang, Jawa Tengah.

"Polisi Khusus atau Polsus Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X telah memperingatkan kepada rombongan yang melakukan zikir di Candi Prambanan," kata Desta dalam keterangannya mewakili PT TWC, Senin (29/12).

Desta menambahkan, pihaknya memohon maaf atas terjadinya peristiwa dan ketidaknyamanan yang timbul imbas peristiwa ini.

InJourney Destination Management, PT TWC bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X berjanji meningkatkan pengawasan terhadap perilaku dan aktivitas wisatawan, sesuai dengan norma, kaidah dan nilai-nilai luhur Candi Prambanan yang bercorak situs cagar budaya Hindu terbesar di Indonesia.

Baca berita lengkapnya di sini.

(tim/dal)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial