Biodiesel-Bioetanol Dinilai Bisa Jadi Jembatan Transisi Kendaraan EV

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai penggunaan bahan bakar biofuel, seperti biodiesel dan bioetanol, mampu menjadi jembatan transisi untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

Hal ini juga dirasa tepat sebelum beralih sepenuhnya ke penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai (EV).

"Biofuel bahkan menurut saya bisa menjadi bridging fuel sebelum ke EV," ucap Kepala Center of Industry, Trade, and Investment INDEF Andry Satrio Nugroho di Jakarta melansir Antara, Jumat (24/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peran biofuel sebagai jembatan transisi energi dari BBM fosil, kata dia, bakalan terasa di wilayah-wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Sebab mereka belum tersentuh oleh infrastruktur pendukung kendaraan listrik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebab itu sembari menunggu kesiapan pemerataan infrastruktur kendaraan listrik, masyarakat dapat mengurangi ketergantungan mereka terhadap BBM fosil dengan cara beralih ke biofuel.

"Karena segmennya menurut saya juga berbeda. Di beberapa wilayah masih dibutuhkan (BBM), sembari kita bisa menunggu infrastruktur dari EV-nya tercipta di wilayah tersebut. Saya kira kita perlu mendorong itu (biofuel dan EV) berdampingan," ucap Andry.

Sementara itu Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan kebijakan mandatori biodiesel 50 atau B50 akan diterapkan secara serentak untuk semua sektor yang dimulai pada 1 Juli 2026.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi bilang B50 masih dalam tahap uji jalan yang ditargetkan selesai pada Mei 2026 untuk sektor otomotif. Tahap uji jalan, telah berlangsung sejak 9 Desember 2025 terhadap 9 unit kendaraan.

Setelah dilakukan uji jalan, Kementerian ESDM akan melakukan pengecekan terhadap kondisi mesin.

Uji jalan dan pengecekan mesin untuk sektor otomotif ditargetkan selesai Juni 2026. Hasil sementara uji B50 menunjukkan bahwa kualitas bahan bakar B50 telah memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan.

Berbeda dari biodiesel, BBM untuk mesin bensin bioetanol saat ini masih dalam standar E5 atau lima persen campuran etanol. BBM jenis ini telah tersedia di SPBU Pertamina dengan nama produk Pertamax Green.

(ryh/fea)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial