Berapa Lama Waktu Minimal Itikaf di Bulan Ramadhan?

2 hours ago 1

CNN Indonesia

Selasa, 10 Mar 2026 10:02 WIB

Itikaf adalah ibadah berdiam diri di masjid yang dilakukan pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Lantas, berapa lama waktu minimal itikaf Ramadhan? Ilustrasi. Itikaf adalah ibadah berdiam diri di masjid yang dilakukan pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Lantas, berapa lama waktu minimal itikaf Ramadhan? (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Itikaf adalah ibadah berdiam diri di masjid yang dilakukan pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Amalan sunnah ini dianjurkan dikerjakan di bulan Ramadhan karena bisa mendekatkan diri pada Allah Swt. 

Lantas, berapa lama waktu minimal mengerjakan itikaf di bulan Ramadhan?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena didefinisikan sebagai ibadah berdiam diri di masjid, banyak orang berpendapat seseorang yang beritikaf harus berdiam diri selama 10 hari penuh di masjid.

Hal tersebut membuat banyak orang yang punya kesibukan memilih untuk tidak melakukan ibadah ini.

Namun, benarkah durasi itikaf harus sehari dan semalam penuh? Agar tidak bingung, cari tahu penjelasan lengkap tentang durasi itikaf dari para ulama di sini.


Durasi minimal itikaf bulan Ramadhan

Itikaf adalah ibadah dengan cara berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Ibadah ini sangat dianjurkan pada bulan Ramadhan, terutama pada 10 hari terakhir, meskipun pada dasarnya bisa dilakukan kapan saja.

Dalam praktiknya, muncul pertanyaan tentangberapa lama minimal itikaf Ramadhan? Apakah harus sehari semalam penuh atau boleh hanya beberapa saat saja?
Melansir dari berbagai sumber, para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai hal ini.

Secara umum, ada dua pendapat besar mengenai batas minimal waktu itikaf.

1. Pendapat mayoritas ulama

Mazhab Hanafi, Syafi'i, dan Hambali berpendapat bahwa durasi minimal itikaf adalah sa'ah, baik dilakukan pada siang maupun malam hari. Kata sa'ah pada masa sekarang sering dipahami sebagai satu jam atau 60 menit.

Namun dalam konteks bahasa Arab klasik, sa'ah tidak selalu berarti satu jam penuh, melainkan bisa bermakna sesaat, sejenak, atau waktu yang singkat.

Dengan demikian, menurut mayoritas ulama, itikaf tetap sah meskipun hanya dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, selama memenuhi syarat dan rukun itikaf, yaitu berniat dan berdiam diri di masjid.

Pendapat ini menunjukkan kemudahan dalam beribadah. Seseorang yang memiliki kesibukan tetap bisa mengambil kesempatan untuk beritikaf meski tidak mampu melakukannya dalam waktu lama.


2. Pendapat mazhab Maliki

Berbeda dengan mayoritas ulama, mazhab Maliki berpendapat bahwa durasi minimal itikaf adalah sehari semalam penuh tanpa terputus.

Perhitungannya dimulai sejak terbenamnya matahari, masuk waktu Maghrib, kemudian melewati malam hingga terbit matahari, dilanjutkan pagi, siang, sore, dan berakhir saat matahari kembali terbenam pada hari berikutnya.

Namun, ada juga pendapat dalam mazhab Maliki yang menyebutkan bahwa minimal itikaf adalah satu hari penuh tanpa malam. Dalam hal ini, waktu dimulai sejak masuk Subuh, lalu melewati pagi, siang, dan sore, hingga berakhir saat Maghrib.


Dari perbedaan pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa durasi minimal itikaf menurut mayoritas ulama adalah dalam waktu singkat, bahkan sesaat pun sudah sah.

Sementara menurut mazhab Maliki, itikaf minimal dilakukan selama sehari semalam atau setidaknya satu hari penuh.

Karena perbedaan ini, umat Islam dapat menyesuaikan dengan kemampuan dan keyakinan mazhab yang diikuti. Hal yang terpenting, itikaf dilakukan dengan niat yang ikhlas dan diisi dengan amalan yang bermanfaat seperti sholat, zikir, membaca Al Quran, dan doa.

Sebaliknya, jika waktu itikaf justru diisi dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, maka hukumnya bisa menjadi makruh. Oleh karena itu, meskipun durasinya singkat, kualitas ibadah selama itikaf tetap menjadi hal utama.

Dengan memahami perbedaan pandangan para ulama, umat Islam dapat lebih tenang dan mantap dalam menjalankan itikaf sesuai kemampuan masing-masing, tanpa mengurangi semangat untuk meraih keberkahan Ramadhan.

Demikian jawaban dari pertanyaan berapa lama minimal itikaf Ramadhan. Semoga bermanfaat.

(sac/fef)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial