AS Perintahkan Staf Diplomatik dan Keluarga Segera Tinggalkan Oman

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Amerika Serikat (AS) memerintahkan pegawai pemerintah yang tidak menjalankan tugas darurat beserta anggota keluarga untuk segera meninggalkan Oman, pada Sabtu (4/3) waktu setempat.

Perintah tersebut muncul di tengah perang yang berkecamuk di Timur Tengah.

Kementerian Luar Negeri AS memperbarui imbauan perjalanannya dengan memperingatkan warga Amerika mengenai risiko keselamatan di Oman, seraya mencatat adanya ancaman berkelanjutan serangan drone dan misil dari Iran, serta gangguan penerbangan komersial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perang Iran melawan AS dan Israel meluas ke negara-negara tetangga di kawasan Teluk.

Media pemerintah Oman, Oman News Agency, melaporkan dua orang tewas akibat serangan drone di wilayah utara pada Jumat waktu setempat.

Hal itu terjadi setelah pasukan keamanan mencegat sebuah drone di wilayah utara Oman.

Kedua korban tewas dalam insiden di kawasan industri Al Awahi tersebut merupakan warga asing. Beberapa orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Perang Iran melawan AS dan Israel pecah pada 28 Februari usai Washington dan Tel-Aviv melancarkan serangan provokasi besar-besaran terhadap fasilitas militer Iran.

Serangan tersebut juga menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan memicu eskalasi regional.

Iran merespons serangan tersebut dengan gelombang rudal dan drone ke Israel. Konflik juga meluas ke Lebanon, Oman, Dubai, Abu Dhabi. Dua kota terakhir menjadi target serangan karena selama ini menjadi markas operasi militer AS di Kawasan Teluk.

(pta)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial