AS Izinkan Minyak Iran Dijual 30 Hari Demi Redam Lonjakan Harga

1 hour ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan izin sementara selama 30 hari untuk penjualan minyak Iran di laut lepas. Hal ini untuk meredam lonjakan harga energi global yang dipicu konflik AS-Israel dengan Iran.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan kebijakan itu diperkirakan akan menambah sekitar 140 juta barel minyak ke pasar global guna meredakan tekanan pasokan energi.

Langkah ini mencerminkan kekhawatiran Gedung Putih terhadap dampak kenaikan harga minyak terhadap ekonomi domestik, terutama menjelang pemilu paruh waktu pada November mendatang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga minyak dunia sendiri telah melonjak sekitar 50 persen sejak konflik dimulai pada akhir Februari lalu. Situasi semakin memburuk setelah serangan terhadap infrastruktur energi di Iran dan negara-negara Teluk, serta penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

Selat tersebut merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia, sehingga gangguan di wilayah ini berdampak langsung pada distribusi energi global.

Dalam kondisi tersebut, AS berupaya menambah pasokan dengan melonggarkan sanksi terhadap minyak Iran.

"Berbarel-barel minyak Iran akan digunakan untuk menekan harga sambil kami melanjutkan operasi," ujar Bessent seperti dilansir Reuters, Jumat (20/3).

Ia juga sebelumnya menyebut pelepasan minyak Iran ke pasar global dapat membantu menahan kenaikan harga dalam jangka pendek, yakni sekitar 10 hingga 14 hari.

Izin Berlaku 30 Hari

Dalam lisensi yang diterbitkan Departemen Keuangan AS, minyak Iran diperbolehkan dijual dan dikirim selama 30 hari hingga 19 April.

Kebijakan ini memungkinkan penyelesaian transaksi minyak yang sudah berada di laut, meski belum jelas apakah minyak tersebut akan benar-benar masuk ke pasar AS.

Sejumlah wilayah seperti Kuba, Korea Utara, dan Crimea dikecualikan dari kebijakan ini.

Langkah ini menjadi yang ketiga kalinya dalam dua pekan terakhir AS melonggarkan sanksi energi terhadap negara yang selama ini menjadi lawannya, setelah sebelumnya juga dilakukan terhadap minyak Rusia.

Kebijakan ini diperkirakan pula akan lebih banyak menguntungkan negara-negara Asia, khususnya China sebagai pembeli terbesar minyak Iran.

Menteri Energi AS Chris Wright menyebut pasokan tersebut dapat tiba di Asia dalam tiga hingga empat hari, sebelum akhirnya masuk ke pasar setelah melalui proses pengolahan dalam beberapa pekan.

Meski demikian, pemerintah AS menegaskan Iran akan tetap kesulitan mengakses pendapatan dari penjualan tersebut.

Washington juga memastikan tekanan maksimum terhadap Iran tetap diberlakukan, termasuk pembatasan akses ke sistem keuangan internasional.

[Gambas:Video CNN]

(anm/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial