CNN Indonesia
Selasa, 13 Jan 2026 04:30 WIB
Ilustrasi. Ternyata ini yang terjadi pada tubuh saat serangan jantung. (Getty Images/SewcreamStudio)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kejadian serangan jantung sering kali muncul tiba-tiba dan tanpa tanda yang jelas. Namun sebenarnya, ada proses yang terjadi di dalam tubuh saat serangan jantung berlangsung sangat cepat dan berbahaya.
Serangan jantung merupakan kondisi jantung kehilangan suplai darah atau mengalami gangguan irama yang membuat fungsinya menurun drastis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apabila tidak segera ditangani maka, kerusakan jaringan jantung bisa menjadi permanen dan mengancam nyawa atau kematian.
Apa yang terjadi pada tubuh saat serangan jantung?
Dokter spesialis jantung di Siloam Hospitals TB Simatupang Budi Ario Tejo menjelaskan bahwa serangan jantung umumnya berkaitan dengan gangguan pada pembuluh darah koroner.
Pembuluh ini berperan membawa darah kaya oksigen ke otot jantung. Ketika pembuluh tersebut tersumbat, aliran darah terhenti dan otot jantung kekurangan oksigen.
"Selain pembuluh darah koroner itu, ada problem juga terkait listrik jantungnya. Nah ibaratnya mesin, kalau koroner itu adalah selang bensinnya, kalau aritmia atau irama (jantung) itu adalah akinya," ucap Budi dikutip detikHealth.
Masalah pada sistem listrik jantung atau aritmia yakni, kelainan ketika detak jantung menjadi terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur.
Gangguan tersebut dapat menyebabkan jantung tidak memompa darah secara efektif, sehingga berdampak besar pada fungsi tubuh.
Baik penyumbatan pada pembuluh darah koroner maupun aritmia, keduanya merupakan kondisi gawat darurat.
Keduanya dapat menyebabkan tubuh kehilangan aliran darah secara tiba-tiba, memicu pingsan, nyeri dada hebat, bahkan henti jantung dalam hitungan detik.
Mengenali gejala dan segera mendapatkan pertolongan medis sangat penting untuk meningkatkan peluang keselamatan.
Jika seseorang mengalami keluhan seperti nyeri dada, detak jantung tidak teratur, pusing ekstrem, atau tiba-tiba tidak sadarkan diri, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat tindakan medis.
Cara mencegah serangan jantung
Meskipun serangan jantung mendadak bisa terjadi tanpa peringatan, risikonya dapat ditekan dengan menjaga kesehatan jantung sejak dini, antara lain sebagai berikut.
- Menjaga pola makan rendah lemak jenuh
- Mengontrol kadar kolesterol dan tekanan darah
- Rutin berolahraga untuk memperkuat sistem kardiovaskular
- Menghindari rokok dan membatasi konsumsi alkohol
- Mengelola stres membantu menjaga ritme jantung tetap stabil.
Dengan kombinasi gaya hidup sehat dan pemantauan medis yang tepat, risiko serangan jantung mendadak dapat ditekan secara signifikan.
(avd/els)

2 hours ago
1




























