Jakarta, CNN Indonesia --
Amerika Serikat (AS) mengumumkan pengetatan sanksi terhadap industri minyak Iran seiring langkah Teheran yang terus menutup Selat Hormuz sebagai balasan dari perang di Timur Tengah, pada Rabu (15/4).
Hukuman baru ini menargetkan infrastruktur transportasi minyak Iran, dengan menjatuhkan sanksi kepada lebih dari dua lusin individu, perusahaan, dan kapal yang beroperasi dalam jaringan pengiriman minyak taipan Mohammad Hossein Shamkhani, ungkap pernyataan Departemen Keuangan AS dilansir dari AFP.
"Departemen Keuangan bergerak agresif dengan Economic Fury (Kemarahan Ekonomi) dengan menargetkan elit rezim seperti keluarga Shamkhani yang mencoba mengambil keuntungan di atas penderitaan rakyat Iran," ujar Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam sebuah pernyataan, merujuk pada kampanye tekanan finansial terhadap Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Shamkhani adalah putra dari pejabat keamanan Ali Shamkhani, penasihat pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei. Keduanya tewas pada 28 Februari, hari pertama serangan AS-Israel dan awal pecahnya perang Timur Tengah.
"Amerika Serikat bertindak tegas untuk membatasi kemampuan Iran dalam menghasilkan pendapatan selama mereka mencoba menyandera Selat Hormuz," ungkap Departemen Luar Negeri dalam pernyataan terpisah.
Iran secara efektif telah menutup Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas, sebagai balasan atas kampanye perang AS dan Israel. Saat ini, Amerika Serikat tengah terlibat dalam blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Pada Selasa (14/4), Departemen Keuangan menyatakan tidak akan memperpanjang keringanan sanksi sementara yang sebelumnya mengizinkan penjualan minyak Iran yang sudah berada di laut. Keringanan tersebut awalnya merupakan upaya untuk meredam tekanan harga minyak yang melonjak akibat perang.
Negeri Paman Sam kemudian menuduh bahwa jaringan Shamkhani, yang beroperasi di Iran dan Uni Emirat Arab, menghindari sanksi melalui sekelompok perusahaan konsultan, dan pengiriman yang tampak sah namun sebenarnya mengoperasikan armada jaringan tersebut. Tahun lalu, AS juga telah menjatuhkan sanksi terhadap entitas-entitas yang terkait dengan jaringan ini.
Selain itu, Departemen Keuangan pada Rabu (15/4) mengumumkan sanksi terhadap seorang pria Iran bernama Seyed Naiemaei Badroddin Moosavi, yang diduga sebagai penyandang dana kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran. Selain itu, ada juga tiga perusahaan yang terkait dengan skema pencucian uang kompleks yang melibatkan penjualan minyak Iran dengan imbalan emas Venezuela.
(ins)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
2


























