Jakarta, CNN Indonesia --
Massa yang tergabung dalam Komite Umat Islam Anti Amerika-Israel (Kumail) menggelar demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (13/3). Mereka mendesak Pemerintah RI segera angkat kaki dari keanggotaan Board of Peace (BOP).
Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, massa aksi yang mengenakan pakaian serba hitam memadati kawasan Taman Apsari seberang Grahadi. Mereka membawa bendera Merah Putih, Palestina, dan bendera Iran sebagai bentuk solidaritas.
Dalam orasinya, massa menuding Amerika Serikat (AS) sebagai dalang di balik eskalasi konflik di Timur Tengah. Termasuk genosida di Palestina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tegaskan, Amerika Serikat adalah penyokong utama dibalik setiap tetes darah yang tumpah di Palestina, Iran, Lebanon dan Yaman," teriak salah satu orator dari atas mobil komando.
Aksi ini turut diwarnai teatrikal yang menggambarkan sosok Presiden AS Donald Trump bersanding dengan patung iblis baal. Di hadapan mereka, ditampilkan simulasi penyiksaan terhadap anak-anak yang tangannya dirantai, serta boneka jenazah bayi bersimbah darah yang bergelimpangan.
Puncak aksi ditandai dengan pembakaran patung iblis baal di tengah kerumunan massa sembari meneriakkan pekik kemerdekaan Palestina.
Humas Aksi Kumail, Mu'adz, menyatakan aksi ini merupakan bentuk protes keras atas serangan yang dilakukan AS-Israel kepada Iran dan Palestina. Ia menilai BOP hanyalah alat politik untuk melegitimasi tindakan Israel di tanah Palestina.
"Itu sudah terbukti di beberapa negara. Kita mendesak pemerintah Indonesia untuk keluar, bukan hanya meninjau ulang, tapi keluar dari keanggotaan BOP," tegas Mu'adz saat ditemui di lokasi aksi.
Mu'adz juga mengkritik sikap pemerintah yang dinilai masih setengah hati dan belum menunjukkan sinyal kuat untuk meninggalkan organisasi bentukan Trump tersebut, meski sudah didesak sejumlah kalangan.
"Ada ambiguitas, dalam pandangan kita pemerintah Indonesia cukup gamang untuk menentukan sikap. Apakah bersikap secara tegas mendukung kemerdekaan (Palestina)," tuturnya.
Ia menengarai ada faktor ekonomi yang membuat posisi Indonesia dilematis. Mereka pun mendesak pemerintah segera menentukan sikap.
"Secara otomatis, akan menolak bergabung dengan BOP. Tapi di sisi lain Indonesia cukup takut untuk menghindar dari 19 persen tarif dagang itu," kata Mu'adz.
Aksi di Makassar
Aksi serupa diikuti ratusan orang yang tergabung dalam Poros Al Quds Makassar di Monumen Mandala Makassar, Sulawesi Selatan.
Aksi dimulai sekitar pukul 15.00 WITA dengan titik kumpul di Masjid Aisyah, Jalan Sungai Tangka, Kelurahan Sawerigading, Kecamatan Ujung Pandang. Sekitar 100 peserta aksi kemudian melakukan konvoi dan long march menuju Monumen Mandala di Jalan Jenderal Sudirman sebagai lokasi utama penyampaian aspirasi.
Massa berangkat dari titik kumpul sekitar pukul 15.45 WITA dan tiba di Monumen Mandala pada pukul 16.05 WITA. Setibanya di lokasi, para peserta aksi menyampaikan orasi secara bergantian menggunakan pengeras suara dari atas mobil komando
Dalam aksi tersebut, massa mengibarkan bendera Merah Putih, bendera Palestina, serta bendera Iran. Mereka juga membentangkan sejumlah baliho dan pamflet yang berisi berbagai pesan solidaritas untuk Palestina serta kritik terhadap kebijakan internasional yang dinilai tidak berpihak pada rakyat Palestina.
Beberapa tulisan yang dibawa massa antara lain "International Al Quds, Solidaritas untuk Palestina", "Tolak Normalisasi dengan Israel", serta "Stop BOP Diplomacy".
Koordinator lapangan aksi, Andi Mudassir, dalam orasinya menegaskan dukungan penuh terhadap perjuangan rakyat Palestina untuk membebaskan wilayahnya dari penjajahan. Massa juga mengkritik sikap sebagian negara yang dinilai menerapkan standar ganda terhadap konflik yang terjadi di Palestina.
"Mendesak pemerintah Indonesia untuk keluar dari BOP, yang dinilai bertentangan dengan amanat konstitusi serta berpotensi menyeret Indonesia dalam orbit kepentingan geopolitik kekuatan imperialis," kata Andi Mudassir, Jumat.
(frd/mir/wis)
Add
as a preferred source on Google

6 hours ago
1



















