Agar Lebaran Tak Bikin Melar, Ahli Beberkan 4 Tips Jitu Ini

9 hours ago 2

CNN Indonesia

Selasa, 17 Mar 2026 14:30 WIB

Peralihan dari puasa ke makan bebas saat Lebaran rawan bikin berat naik. Simak tips dokter agar tetap sehat dan terkendali. Ilustrasi. Agar berat badan tak naik setelah lebaran, ikuti tips sehat dari ahli. (iStockphoto/ArtMarie)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Lebaran selalu datang dengan dua wajah, kebahagiaan dan godaan. Setelah sebulan menahan diri selama Ramadhan, meja makan seolah berubah menjadi pusat perayaan, dipenuhi opor, rendang, kue kering, hingga minuman manis yang sulit ditolak.

Momen ini kerap menjadi titik balik, dari yang semula terkontrol menjadi serba longgar. Tanpa disadari, pola makan pun berubah drastis. Dari yang sebelumnya teratur saat sahur dan berbuka, menjadi makan tanpa batas waktu dan porsi.

Periode ini sering disebut sebagai peralihan dari fasting (berpuasa) ke feasting (bersantap). Di sinilah tantangan dimulai. Menurut Prof. Dr. Rimbawan, Anggota Herbalife Nutrition Advisory Board, perubahan mendadak ini bisa berdampak pada kesehatan jika tidak disikapi dengan bijak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah satu bulan berpuasa, sistem pencernaan belum tentu siap menerima makanan berat, tinggi lemak, dan gula dalam jumlah besar. Jika tidak dikendalikan, kondisi ini bisa memicu gangguan pencernaan hingga meningkatkan risiko penyakit kronis," kata dia melansir Antara.

Tak sedikit orang yang mengalami perut begah, diare, hingga kenaikan berat badan usai Lebaran. Bahkan dalam jangka panjang, kebiasaan makan berlebihan ini bisa berkontribusi pada obesitas, hipertensi, hingga penyakit jantung.

Agar momen Lebaran tetap menyenangkan tanpa mengorbankan kesehatan, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan. Berikut langkah-langkahnya:

1. Kembali ke pola makan secara bertahap

Hindari 'balas dendam' setelah puasa. Mulailah dengan porsi kecil dan pilih makanan bergizi seimbang. Perbanyak sayur, buah, protein, serta lemak sehat agar tubuh tetap mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.

Protein, misalnya, berperan penting dalam memperbaiki jaringan tubuh sekaligus membantu mengontrol nafsu makan. Dengan asupan yang tepat, rasa kenyang bisa bertahan lebih lama.

2. Tetap aktif bergerak

Meski suasana libur identik dengan santai, bukan berarti tubuh berhenti bergerak. Aktivitas ringan seperti jalan kaki pagi atau sore hari bisa membantu menjaga keseimbangan energi dan mencegah penumpukan lemak.

3. Kendalikan porsi makan

Salah satu kunci utama adalah mengenali sinyal kenyang. Berhenti makan sebelum terlalu penuh bisa membantu mencegah lonjakan kalori berlebih. Ingat, mencicipi boleh, asal tidak berlebihan.

4. Jaga hidrasi dan kualitas hidup

Minum air putih yang cukup penting untuk membantu metabolisme tubuh. Selain itu, tidur yang cukup, mengelola stres, dan menjaga fokus juga berperan dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Nutrisi seperti omega-3, vitamin D, antioksidan, serta asam amino triptofan juga diketahui dapat membantu menjaga kesehatan mental di tengah padatnya aktivitas silaturahmi.

Di sisi lain, tantangan terbesar saat Lebaran justru datang dari situasi sosial. Sulit menolak hidangan dari tuan rumah sering kali membuat seseorang makan lebih dari yang dibutuhkan.

Untuk mengatasinya, Anda bisa menyampaikan secara sopan bahwa sedang menjaga kesehatan, atau memilih opsi yang lebih ringan seperti buah jika tersedia.

"Pertahankan gaya hidup sehat dan nikmati Lebaran secara seimbang. Dengan begitu, risiko penyakit kronis bisa ditekan dan kualitas hidup tetap terjaga," tutup Rimbawan.

(tis/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial