CNN Indonesia
Minggu, 17 Mei 2026 09:30 WIB
Ilustrasi. Langkah utama untuk mencegah tertular hantavirus adalah menjaga kebersihan dan menghindari kontak langsung dengan tikus serta kotorannya. (iStock/PeopleImages)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit virus hanta atau hantavirus.
Salah satu langkah utama yang bisa dilakukan adalah menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan tikus maupun kotorannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni mengatakan hantavirus berkaitan erat dengan hewan pengerat, terutama tikus dan celurut.
Risiko penularan dapat meningkat pada orang yang sering beraktivitas di area yang memungkinkan kontak dengan tikus.
Kelompok yang perlu lebih waspada antara lain petugas kebersihan, petani, pekerja konstruksi, pengendali hama, pekerja selokan, hingga petugas laboratorium yang menangani hewan pembawa penyakit.
"Pekerjaan yang berkaitan dengan kontak tikus, petugas sampah, kemudian petani, dan lain sebagainya, juga dengan daerah yang tergenang banjir, juga aktivitas di area berisiko, ruang bawah tanah yang ada tikus, gedung lama, dan lain sebagainya," kata Andi dalam konferensi pers Kewaspadaan Penyakit Virus Hanta, Senin (11/5).
Andi juga mengingatkan risiko dapat muncul saat masyarakat beraktivitas di luar ruangan, termasuk saat berkemah atau berada di lokasi yang berpotensi menjadi habitat tikus.
"Dan juga tentunya bahwa di daerah-daerah kita harus waspada bahwa ketika kita berada di luar ruangan, berkemah contohnya, dan itu biasanya juga ada tikus di daerah situ," ujarnya.
Andi mengatakan pencegahan utama dilakukan dengan meminimalkan kontak dengan hewan pembawa penyakit, termasuk tikus dan celurut.
Berikut delapan cara mencegah hantavirus berdasarkan imbauan Kemenkes.
1. Cuci tangan pakai sabun
Masyarakat diimbau mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer, terutama setelah batuk dan bersin, serta setelah beraktivitas di luar rumah.
2. Hindari kontak langsung dengan tikus
Hindari menyentuh tikus atau celurut secara langsung, termasuk kotoran, urine, maupun sekresinya. Gunakan alat pelindung diri bila harus membersihkan area yang diduga terkontaminasi.
3. Jaga kebersihan rumah dan tempat kerja
Kebersihan tempat tinggal dan tempat kerja perlu dijaga secara rutin. Jika ditemukan jejak tikus atau celurut, pembersihan sebaiknya dilakukan dengan metode wet cleaning atau pembersihan basah agar debu tidak beterbangan.
4. Simpan makanan dan minuman dengan aman
Makanan dan minuman sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup atau menggunakan tudung saji agar tidak terkontaminasi tikus.
5. Tutup lubang di dalam dan luar rumah
Tutup semua lubang atau celah yang berpotensi menjadi akses masuk tikus ke dalam rumah. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko tikus bersarang di area tempat tinggal.
6. Hindari sumber infeksi saat berwisata
Masyarakat yang beraktivitas di alam terbuka, seperti berkemah, mendaki, atau mengunjungi area wisata luar ruang, diminta menghindari kontak dengan sumber infeksi, termasuk area yang terlihat memiliki jejak tikus.
7. Segera periksa jika mengalami gejala
Masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan jika mengalami gejala yang mengarah pada penyakit hantavirus, seperti demam, nyeri badan, lemas, batuk, sesak napas, atau keluhan lain setelah beraktivitas di area berisiko.
8. Patuhi imbauan kesehatan saat bepergian
Pelaku perjalanan juga diminta mengikuti imbauan kesehatan di negara tujuan, terutama jika bepergian ke wilayah yang melaporkan kasus hantavirus.
Selain itu, Andi mengingatkan masyarakat agar memperhatikan cara menangani bangkai tikus, terutama di wilayah pertanian atau daerah dengan populasi tikus tinggi.
"Banyak tikus yang terbunuh, yang mati, itu sebaiknya dilakukan juga prosedur yang baik. Tidak dibuang di tengah jalan, atau di sungai, atau dibiarkan begitu, ada baiknya tikus tersebut juga dimasukkan ke kubur, kemudian ditutup dengan rapat, itu pasti akan sangat aman," pungkas Andi.
(anm/fef)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
4



























