7 Masjid Penuh Historis di Madinah yang Patut Dikunjungi Umat Islam

1 hour ago 3

CNN Indonesia

Kamis, 16 Apr 2026 09:45 WIB

Kendati bukan bagian dari rukun ibadah haji, Kota Madinah di Arab Saudi menjadi destinasi yang tak terpisahkan bagi jemaah tanah air. Masjid Qiblatain di Madinah, Arab Saudi. (iStockphoto/Emir Culjevic)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Kendati bukan bagian dari rukun ibadah haji, Kota Madinah di Arab Saudi menjadi destinasi yang tak terpisahkan bagi jemaah tanah air.

Menjelang keberangkatan gelombang pertama jemaah haji 2026 pada 21 April mendatang, Madinah bersiap menyambut jutaan Muslim untuk berziarah dan beribadah di masjid-masjid bersejarah.

Kota suci ini menyimpan jejak perjuangan Rasulullah SAW melalui arsitektur masjid yang ikonik yang sayang untuk tidak disinggahi untuk beribadah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir berbagai sumber, berikut rekomendasi masjid di Madinah untuk memperdalam pengalaman spiritual:

1. Masjid Nabawi dan Raudhah

Masjid Nabawi adalah jantung Kota Madinah sekaligus salah satu masjid terbesar di dunia. Di dalamnya terdapat makam Rasulullah SAW, menjadikannya tujuan utama jemaah untuk beribadah sekaligus berziarah.

Bagian yang paling diburu adalah Raudhah, area di antara makam dan mimbar Nabi yang dikenal sebagai "Taman Surga". Tempat ini merupakan lokasi Rasulullah bersembahyang dan menerima wahyu. Berdoa di Raudhah diyakini sebagai waktu dan tempat yang sangat mustajab bagi terkabulnya doa.

2. Masjid Quba

Masjid Quba memegang predikat sebagai masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah SAW saat hijrah dari Makkah ke Madinah.

Masjid ini berlokasi di pintu masuk Madinah dan kini terhubung dengan Masjid Nabawi melalui jalur pedestrian yang nyaman. Mengingat nilai sejarahnya, jemaah disarankan melakukan salat dua rakaat di sini karena keutamaannya yang setara dengan pahala umrah.

3. Masjid Qiblatain

Masjid Qiblatain atau "Masjid Dua Kiblat" memiliki sejarah krusial dalam syariat Islam. Di sinilah Rasulullah SAW menerima wahyu untuk memindahkan arah kiblat dari Masjidil Aqsa di Palestina ke Ka'bah di Makkah.

Peristiwa besar ini diabadikan melalui nama masjid yang hingga kini menjadi saksi bisu perubahan arah salat umat Muslim di seluruh dunia.

4. Masjid Sayyid Al Shuhada

Berlokasi di kaki Gunung Uhud, masjid ini menjadi pengingat peristiwa Perang Uhud. Dinamakan Sayyid Al Shuhada karena di dekatnya terdapat kompleks pemakaman 70 sahabat Nabi yang mati syahid, termasuk Hamzah bin Abdul Muttalib, paman Rasulullah. Ziarah ke sini memberikan gambaran nyata mengenai pengorbanan para syuhada di masa awal Islam.

5. Masjid Al Fatih

Masjid Al Fatih (juga dikenal sebagai Masjid Al-Fatah atau Al-Ahzab) terletak di sisi barat laut Madinah. Masjid ini dibangun di lokasi di mana Nabi Muhammad SAW berdoa memohon kemenangan saat Perang Khandaq atau Pertempuran Parit.

Kehadirannya menjadi simbol kegigihan dan keteguhan hati Rasulullah beserta para sahabat dalam menghadapi kepungan musuh.

6. Masjid Banu Unaif

Masjid ini memiliki nilai sejarah personal yang unik. Masjid Banu Unaif (Bani Anif) merupakan tempat di mana Rasulullah SAW pernah melaksanakan salat saat mengunjungi sahabatnya, Talhah bin Al-Bara, yang sedang sakit.

Terletak di Distrik Al-Usbah, masjid yang dibangun menggunakan batu basal ini menawarkan suasana yang tenang bagi jemaah yang ingin melakukan ziarah lebih personal.

7. Kompleks Tujuh Masjid (The Seven Mosques)

Dikenal sebagai Masjid Sab'ah, kompleks ini merupakan kumpulan masjid kecil yang didirikan di lokasi strategis selama Pertempuran Parit (Khandaq).

Ketujuh masjid tersebut adalah Masjid Al Fath, Masjid Salman Al-Farisi, Masjid Abu Bakar Ash-Siddiq, Masjid Umar bin Al-Khattab, Masjid Fatima Az-Zahra, Masjid Ali bin Abi Thalib, dan Masjid Qiblatain. Kunjungan ke sini memungkinkan jemaah untuk menyusuri jejak strategi pertahanan umat Islam di masa lalu dalam satu kawasan.

(ana/wiw)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial