CNN Indonesia
Rabu, 01 Apr 2026 17:45 WIB
Ilustrasi. Orang yang suka tidur di kamar dingin sambil selimutan ternyata punya kepribadian unik. (istockphoto/Adene Sanchez)
Jakarta, CNN Indonesia --
Bagaimana cara seseorang tidur, ternyata bisa menjadi gambaran tentang kepribadiannya. Orang yang suka tidur di kamar dingin sambil menggunakan selimut tebal, ternyata memiliki kepribadian unik.
Orang dengan karakter atau kepribadian tertentu memang bisa memengaruhi preferensi dan gaya hidup. Sebaliknya, gaya hidup seperti tidur di kamar dingin juga bisa memengaruhi suasana hati yang akhirnya jadi ciri khas orang tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepribadian orang yang tidur di kamar dingin sambil selimutan
Jadi, kepribadian atau ciri khas apa saja yang dimiliki oleh orang yang senang tidur di kamar dingin dan menggunakan selimut tebal? Ini dia daftarnya:
1. Stabil secara emosional
Menurut Your Tango, orang yang tidurnya lebih nyenyak di kamar dingin, biasanya memiliki ketenangan emosional baik. Mereka tahu persis apa yang harus dilakukan agar tetap tenang.
Itulah mengapa mereka menggunakan selimut tebal dan memastikan lingkungan mereka ideal untuk tidur. Selain itu, mendapatkan istirahat malam yang baik dan menenangkan sistem saraf merupakan cara terbaik untuk tetap tenang.
2. Suka mengikuti jadwal yang dapat diprediksi
Memiliki keteraturan jadwal merupakan ciri khas kepribadian orang yang suka tidur di kamar dingin sambil selimutan. Orang yang teratur menyukai lingkungan yang ideal.
Mereka menjaga suhu tetap sama, menggunakan selimut yang sama, dan tidak menyukai ide perubahan suasana karena bisa menimbulkan ketidaknyamanan.
3. Punya sifat protektif
Meski memiliki sikap protektif itu baik, ini bisa jadi kelemahan orang yang menyukai kamar dingin saat tidur. Sikap terlalu protektif bisa membawa konsekuensi tersendiri.
Mereka lebih menyukai selimut tebal dan ruangan dingin karena tidak pernah merasa aman. Menggunakan selimut menjadi bentuk membentengi diri dari rasa tak aman tersebut.
4. Mudah mengalami stimulasi berlebihan
Mereka cenderung sangat sensitif terhadap stimulasi berlebihan. Misalnya, stimulasi dari pekerjaan, kebisingan, hingga pikiran yang terus berpacu.
Agar bisa 'survive' mereka harus menemukan cara untuk menenangkan pikiran. Inilah yang membuat mereka cepat masuk ke ruangan dingin lalu berlindung di bawah selimut hangat.
5. Memiliki pikiran yang terlalu aktif
Masih terkait dengan stimulasi berlebihan, ini tak lepas dari pikiran yang terlalu aktif. Selimut menjadi senjata untuk melawan pikiran yang berpacu.
Mengutip VegOut, tekanan kuat dari selimut tebal dapat memicu pelepasan serotonin dan mengurangi kadar kortisol. Sistem saraf pun diberi sinyal aman untuk beristirahat.
6. Bisa memecahkan masalah
Biasanya, orang yang membutuhkan kondisi tidur khusus merupakan pemikir analitis. Mereka biasa menghabiskan hari-hari mereka untuk memecahkan masalah kompleks.
Otak mereka terus-menerus memproses, mengevaluasi, dan menyusun strategi. Hal ini membuat mereka kehabisan energi menjelang waktu tidur. Kamar yang dingin dan selimut tebal bisa membuat tidur jadi lebih nyenyak.
7. Peka terhadap situasi sekitar
Orang yang membutuhkan kamar dingin dan selimut tebal cenderung peka terhadap lingkungan sekitar. Setiap perubahan suhu, suara, hingga pencahayaan akan terdeteksi oleh mereka.
Kombinasi ruangan dingin dan selimut tebal menciptakan pengalaman sensorik yang terkontrol. Udara dingin memberikan pengaturan suhu yang konsisten, sedangkan selimut menawarkan stimulasi tekanan yang dalam.
Itu dia beberapa kepribadian orang yang senang tidur di kamar dingin sambil selimutan. Apakah kamu merasa relate?
(rti)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
1

























